REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Riaz Saehu, selaku Direktur Kerjasama Sosial Budaya (Sosbud) ASEAN hadir dalam Dialog Kebijakan dan Konsultasi Publik Forum Masyarakat Soial Budaya yang berlangsung di ruang Sipakatau, Gedung Balaikota Makassar, Kamis (22/11/2018).
Dalam kunjungan tersebut, Riaz Saehu menyebutkan bahwa, Pemkot Makassar mampu melakukan terobosan-terobosan baru hingga Makassar terpilih untuk tergabung dalam jaringan kota pintar ASEAN atau program ASCN.
“Pemilihan Makassar sebagai kota pintar, saya yakin kota ini mampu menjawab tantangan perkotaan. apa yang dilakukan pemerintah tentu kita bisa lihat dari terobosan-terobosan yang dilakukan. Sehingga Makassar dioandang oleh ASEAN menjadi salah satu network dari kota pintar,” jelas Riaz.
ASEAN Smart Cities Network (ASCN) merupakan program kolaboratif, dimana kota dari berbagai Negara Anggota ASEAN (AMS) bekerjasama dengan tujuan pembangunan kota yang cerdas dan berkelanjutan untuk meningkatkan taraf kehidupan warga negara ASEAN.
Riaz Saehu mengusulkan Dua program unggulan untuk Pemerintah Kota Makassar, diantaranya, layanan kesehatan Home Care dan pengelolaan perpajakan yang terintegrasi dengan pelayanan terpadu yang dapat mencakup konsep Smart City.
“Jadi yang dua kita usulkan ini nanti bisa menjadi percontohan. Tentu ada negara-negara ASEAN yang tergabung dalam ASCN, kalo mereka tertarik dengan kita dia akan melakukan kerjasama,” ungkap Riaz Saehu saat ditemui seusai kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubdit Kerja Sama Industri dan Perdagangan Kementerian Luar Negeri RI, Nur Rokhmah Hidayah menyebutkan, kota-kota yang masuk dalam ASCN dapat membentuk kerjasama dengan negara-negara mitra ASEAN.
“Kerjasamanya itu bisa membentuk partnership dengan para mitra ASEAN. beberapa mitra ASEAN seperti Amerika Serikat, Australia, New Zealand, mereka sudah berkomitmen membantu negara anggota ASEAN dalam mengembangkan smart city ini. Bentuk bantuannya pun berupa capacity building,” Jelas Rokhmah.
Lanjutnya, ia beranggapan bahwa Makassar dapat bertahan dalam posisi ini jika seluruh elemen pemerintah dan masyarakat mampu bersatu dalam menciptakan smart city yang berkelanjutan.
“SDM di kota Makassar harus smart, yang didukung oleh SKPD, Pemerintah yang inovatif, adaptif dan dapat menyesuaikan perubahan saat ini. Karena tujuan akhirnya ialah, smart sustainable city, tidak hanya sekedar kota pintar tapi juga berkelanjutan,” Tegas Rokhmah.
(Syaiful)
