REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Rencana kunjungan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Kabupaten Sinjai dengan agenda panen pedet sebanyak 500 ekor sapi, ditolak oleh Koalisi Anti Korupsi (KATIK) Sinjai.
Pasalnya, saat ini kondisi dimasa pandemi Covid-19 kabupaten Sinjai masih Zona merah sehingga kegiatan ini harus mengumpulkan banyak orang dan bahkan bisa mengabaikan protokol kesehatan. Sedangkan protokol melarang masyarakat berkumpul.
Wakil Ketua Koalisi Anti Korupsi (KATIK) Kabupaten Sinjai, Hasanuddin mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai telah melanggar aturan kesehatan jika menteri pertanian Republik Indonesia hadir di bumi panrita kitta untuk mengumpulkan banyak orang.
“Kami tolak kedatangan Mentan pertanian jika hanya untuk menjumpai masyarakat Sinjai, apalagi beliau sudah berkeliling daerah Sulawesi Selatan dan rencana pertemuannya di tiga titik lokasi,” ungkapnya.
Lanjut dikatakan, kata Hasanuddin, kami berharap agar Menteri Pertanian untuk mengurungkan niatnya agar tidak hadir di Sinjai, apalagi hanya untuk membawa program dan penyakit.
“Jika Menteri Pertanian tetap nekad untuk datang di kabupaten Sinjai, kami akan turun melakukan aksi dengan alasan tidak mematuhi protokol kesehatan dengan mengumpulkan banyak orang,” kuncinya. (Anto)
