REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUKAR — Di tengah arus modernisasi dan perubahan pola kerja masyarakat, regenerasi petani menjadi tantangan yang semakin nyata. Saat ini, mayoritas petani yang masih bekerja di sawah berusia di atas 50 tahun, sementara generasi muda cenderung meninggalkan sektor pertanian untuk mencari peluang di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan.
Kecamatan Tenggarong Seberang, berupaya meningkatkan sektor pertanian pada milenial sebagai regenerasi dalam meningkatan Sumber Daya Alam (SDA) berbasis teknologi.
“Kami terus menggali potensi anak muda di Kecamatan Tenggarong Seberang untuk bertani secara modern,” tutur camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, Selasa (11/03/2025).
Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya intervensi guna meningkatkan daya tarik sektor pertanian bagi anak muda. Berbagai bantuan telah diberikan, mulai dari mesin mekanisasi, pupuk, obat-obatan, hingga sistem pengairan yang lebih baik. Tetapi, tantangan utama saat ini bukan lagi pada aspek teknis, melainkan bagaimana memperbaiki manajemen pertanian dan menciptakan kebanggaan dalam profesi ini.
Untuk itu, Bupati setempat telah mencanangkan tagline “Petani Itu Hebat”, dengan harapan dapat mengubah cara pandang anak muda terhadap profesi petani. Slogan ini bukan sekadar ajakan, tetapi juga bagian dari strategi untuk memberikan pemahaman bahwa bertani bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi juga sektor yang bisa memberikan masa depan yang baik jika dikelola dengan modern dan profesional.
Beberapa daerah mencoba mengatasi masalah ini dengan membentuk badan usaha milik desa (BUMDES) untuk mengelola pertanian secara lebih profesional. Dengan adanya BUMDES, diharapkan pengelolaan lahan tidak hanya bergantung pada individu petani, tetapi menjadi bagian dari sistem yang lebih terorganisir.
Regenerasi petani bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Diperlukan strategi yang lebih efektif untuk membuat pertanian menjadi profesi yang menarik dan membanggakan bagi anak muda.
“Setidaknya saat ini ada beberapa yang akan kami fokuskan pengembangan petani millenial, karena ini berpotensi sekali,” tutupnya.
Untuk itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemuda menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa pertanian tetap menjadi sektor yang berkelanjutan dan mampu memberikan kesejahteraan bagi banyak orang.
