Republiknews.co.id

Mengenal Ciri-ciri Penderita Buta Warna Parsial

Test warna untuk mata. (Ilustrasi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Melansir Colour Blind Awareness, buta warna parsial atau buta warna sebagian adalah kondisi ketika pigmen penginderaan warna mata bermasalah. Akibatnya, pengidap buta warna jenis ini mengalami kesulitan membedakan warna tertentu.

Buta warna jenis ini umumnya disebabkan ketika salah satu anggota keluarga memiliki kelainan pada fotopigmen yang bertugas untuk mendeteksi warna dalam sel-sel pada retina.

Selain faktor keturunan, buta warna parsial juga bisa disebabkan oleh paparan zat kimia berbahaya atau cedera fisik pada beberapa area tubuh seperti mata dan saraf penglihatan. Katarak dan usia juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami buta warna.

Buta warna parsial ini sendiri bukan kondisi yang bisa disembuhkan. Pasalnya, sel kerucut pada retina tak dapat diganti.

Pada umumnya, buta warna parsial memiliki dua golongan. Pertama, sulit membedakan warna gradasi merah-hijau. Kedua, pada spektrum warna biru-kuning. Berikut pembagian klasifikasinya seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

Warna oranye, merah, dan kuning tampak lebih gelap menyerupai hijau.

Warna merah menjadi kuning kecoklatan.
Hijau menjadi krem.

Warna merah tampak hitam.
Oranye dan hijau terlihat kuning.
Sulit membedakan warna ungu dan biru.

Warna hijau dan kuning menjadi kemerahan.
Sulit membedakan warna ungu dan biru.

Biru tampak kehijauan.
Sulit membedakan antara warna kuning dan merah.

Warna biru tampak kehijauan.
Sementara warna kuning tampak ungu atau abu-abu muda.

Dari sumber Ciputra Hospital yang telah direview dr. Febriani K.H, sejauh ini, belum ditemukan obat untuk buta warna parsial yang diturunkan. Namun, bila penyebabnya adalah penyakit atau cedera mata, maka dapat dibantu dengan menggunakan kacamata khusus atau kontak lensa guna meningkatkan kemampuan penglihatan. Selain itu, banyak hal yang dapat dilakukan oleh orang buta warna parsial untuk menyesuaikan penglihatannya, misalnya dengan memberi label pada pakaian warna, mengingat urutan warna lampu lalu lintas, dan banyak lainnya. Perlu waktu, kesabaran, dan latihan supaya seseorang mampu.

Buta warna parsial adalah ketidakmampuan seseorang dapat membedakan warna tertentu, misalnya merah-hijau atau biru-kuning. Buta warna dapat disebabkan akibat gen keturunan, penyakit, atau cedera mata. Banyak metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui hal tersebut, seperti tes ishihara, anomaloscope, dan tes warna lainnya. Sejauh ini, belum ada obat untuk penderita buta warna, tapi melakukan konsultasi dengan ahli kacamata atau dokter ahli dapat membantu seseorang mendapatkan alat bantu penglihatan sehingga mampu beradaptasi dengan lebih baik.

Exit mobile version