REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Kehadiran Menteri Pertanian Republik Indonesia di kabupaten Sinjai pekan lalu Kamis, (30/07/2020), membawa angin segar bagi pemerintah kabupaten Sinjai khusus dinas peternakan dan kesehatan hewan.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia mendorong pemerintah kabupaten Sinjai untuk membangun Rumah potong Hewan (RPH) modern dan membangkitkan Produksi Susu Sinjai (Susin).
Saat kedatangan Mentan RI pekan lalu, Syahrul Yasin Limpo memberi aplous kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai terkait populasi Sapi yang sangat luar biasa meskipun daratannya tidak terlalu luas, namun populasi sapinya sangat signifikan dan Sinjai sudah siap memiliki RPH Modern.
“Selain populasi sapi yang subur, Sinjai ini mempunyai susin yang beberapa kali jadi penawar dahaga saat berkunjung di Sinjai dan susin perlu dikasi hidup kembali karena Susin Sudah melekat di warga sinjai, tolong pak Dirjen komunukasikan dengan pemda, kita (Mentan RI) siap membantunya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan (DPKH), Aminuddin saat dikonfirmasi mengatakan karena populasi sapi potong di Sinjai berkisar 124.000 ekor ini menjadi modal pemerintah kabupaten Sinjai dengan konsep budidaya maka perlu pengembangan RPH modern untuk target penjualan skala nasional.
“Walaupun sudah ada RPH di Sinjai tetapi penjualan hanya skala lokal sehingga perlu RPH modern dengan konsep pengembangan wilayah dengan target untuk interlokal yang sudah di packing,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Sinjai sudah mempunyai lahan sekitar 7 hektare untuk rencana pembangunan RPH modern yang terletak di Sinjai selatan yang sementara ini digunakan untuk pembibitan kambing dan tanaman rumput gajah.
“Untuk sapi potong, 5.000 ekor dipasarkan ke Kalimantan pertahunnya atau sekitar 90 % sapi di Sinjai kita kirim ke Kalimantan dan disatu sisi sapi Sinjai banyak disukai orang Kalimantan dikarenakan sapi yang berotot,” katanya.
Ditambahkan, tak hanya itu menteri pertanian juga berharap agar minuman khas Sinjai yakni susu Sinjai (Susin) untuk dihidupkan kembali.
“Untuk persoalan susin, Sinjai masih skala rumah tangga yang menghasilkan 300 liter perhari sehingga perlu diup care, untuk usia sapi perahnya 13 sampai 15 tahun yang sudah tidak produktif sehingga kita akan keluarkan dan dijual untuk kita beli penggantinya,” kuncinya. (Anto)
