Republiknews.co.id

Merchant QRIS di Sulsel Tumbuh 43 Persen, Transaksi Capai Rp1,7 Triliun

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan Ricky Satria (kedua kanan) saat menjelaskan perkembangan transaksi keuangan digital di Sulawesi Selatan, di sela-sela Bincang Media BI Sulsel, di Goodfiles Makassar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Aktivitas transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian (QRIS) di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan signifikan. Hal ini terlihat pada pertumbuhan jumlah merchant, pengguna hingga transaksi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan Ricky Satria mengatakan, secara keseluruhan transaksi digital khususnya pada QRIS mengalami peningkatan yang sangat positif. Baik di dunia usaha maupun masyarakat.

Jika dilihat pada jumlah merchant QRIS di Sulawesi Selatan telah mencapai 1,2 juta atau mengalami pertumbuhan 24 persen secara year on year (yoy). Merchant QRIS ini pun didominasi dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Sementara konsentrasi merchant QRIS masih terpusat di Makassar sebesar 43 persen atau sekitar 48 ribu merchant. Tahun depan kita akan fokus mendorong di luar Kota Makassar juga,” katanya, di sela-sela Bincang Media BI Sulsel, di Goodfiles Makassar, kemarin.

Ia menyebutkan, ada tiga daerah fokus BI Sulsel untuk mendorong pertumbuhan merchant QRIS. Dimana indikatornya selain jumlah penduduk yang besar juga mmiliki potensi lain untuk diperluas. Antara lain, Kabupaten Gowa, Maros, dan Bantaeng.

“Termasuk kami juga akan mendorong pengembangan penetrasi QRIS Tap melalui sosialisasi yang massif,” ujarnya.

Selain jumlah merchant, pengguna QRIS juga mengalami peningkatan yang positif. Dimana jumlahnya mencapai 1.284.062 pengguna dengan penambahan 8,2 persen setiap bulannya. Adapun jumlah transaksi QRIS masyarakat Sulawesi Selatan hingga periode 2025 tercatat sekitar Rp1,7 triliun dengan peningkatan 88,47 persen secara year on year (yoy)

“Di sisi volume transaksi QRIS sendiri juga naik sekitar 134 persen secara yoy atau mencapai 17 juta transaksi,” terang Ricky.

Menurutnya, meningkatnya pengguna hingga transaksi QRIS di topang dari kontribusi generasi milenial yang cukup besar saat ini. Termasuk adanya dukungan pemerintah daerah juga yang secara aktif mendorong transaksi digital melalui QRIS dengan arah kebijakan yang ada.

Lanjut Ricky, jika dilihat pada pengguna QRIS antar negara juga tercatat kian bertambah. Baik dari sisi volume maupun nominalnya. Warga negara Malaysia menjadi penyumbang transaksi QRIS terbesar. Di susul Singapura dan Thailand.

“Wisatawan banyak menikmati penggunaan QRIS karena di akui kepraktisannya. Kami berharap transaksi QRIS terus meningkat dan tumbuh baik secara nasional maupun antar negara,” harapnya.

Kemudian, pada peningkatan transaksi keuangan melalui sistem fast payment (transfer) menggunakan BI Fast juga mengalami peningkatan. Hingga kini, BI-Fast telah menjadi pilihan masyarakat di Sulawesi Selatan dan telah digunakan secara massif.

“Hingga triwulan III 2025 besaran nominal transfer BI-Fast telah mencapai Rp66,48 triliun dengan pertumbuhan 5,52 persen secara tahunan,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut Ricky, jika dilihat dari segi volume transaksi juga mengalami pertumbuhan 5,51 persen secara yoy atau mencapai 27,79 juta volume transaksi.

Exit mobile version