Republiknews.co.id

Minat Investor Asing Menguat, Pasar Domestik Makin Diminati

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi saat memaparkan kondisi sektor jasa keuangan melalui aktivitas pasar saham pada Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK. (Dok. Tangkapan Layar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penguatan kinerja pasar keuangan domestik pada Desember 2025 mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor. Hal ini terlihat pada investor asing, terhadap prospek perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon, OJK Inarno Djajadi mengatakan, sejalan dengan arah penguatan pasar, investor asing pada Desember 2025 mencatatkan net buy saham senilai Rp12,24 triliun secara month to month (mtm). Aksi beli tersebut melanjutkan kecenderungan positif yang telah terjadi pada bulan sebelumnya.

“Peningkatan minat investor asing pada triwulan IV-2025 menunjukkan keyakinan dan persepsi yang semakin positif terhadap kondisi perekonomian dan pasar keuangan domestik,” ujar Inarno dalam keterangan resminya, kemarin.

Meski demikian, secara akumulasi sepanjang 2025, investor asing masih membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp17,34 triliun, seiring dengan dinamika pasar global dan penyesuaian portofolio investor.

Di pasar obligasi, tren penguatan juga berlanjut, di mana pada Desember 2025, indeks komposit ICBI tercatat naik 1,08 persen secara mtm. Sehingga secara tahunan atau year on year (yoy) mengalami apresiasi sebesar 12,27 persen. Sejalan dengan itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) secara bulanan turun 4,84 basis poin (bps) dan secara yoy turun 80,91 bps.

Ia menjelaskan, minat investor nonresiden di pasar SBN tetap terjaga, tercermin dari net buy sebesar Rp6,49 triliun secara mtm pada Desember 2025, dengan catatan secara yoy investor nonresiden membukukan net buy Rp2,01 triliun. Sementara itu, di pasar obligasi korporasi, investor nonresiden mencatatkan net buy Rp0,21 triliun secara mtm, meskipun secara tahunan masih tercatat net sell Rp1,39 triliun.

Dari sisi industri pengelolaan investasi, OJK mencatat kinerja yang solid. Nilai Asset Under Management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp1.033,81 triliun per akhir Desember 2025, kinerja ini meningkat 3,08 persen secara mtm atau 23,46 persen yoy.

Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat sebesar Rp675,32 triliun, tumbuh 4,80 persen mtm dan melonjak 35,26 persen yoy. Tren positif tersebut didukung oleh net subscription investor Reksa Dana yang kuat, mencapai Rp23,91 triliun secara mtm dan Rp138,69 triliun secara yoy.

“OJK akan terus mencermati perkembangan pasar serta memastikan stabilitas dan pendalaman pasar keuangan agar momentum positif ini dapat berlanjut secara berkelanjutan,” tutup Inarno.

Exit mobile version