0%
logo header
Jumat, 31 Mei 2024 09:41

Minimalisir Angka Kecelakaan Kerja, Huadi Group Gelar Basic Safety Training

Rizal
Editor : Rizal
Karyawan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia kompak mengikuti penyuluhan edukasi kesehatan dan Basic Safety Training (BST). (Foto: Istimewa)
Karyawan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia kompak mengikuti penyuluhan edukasi kesehatan dan Basic Safety Training (BST). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANTAENG – Karyawan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia atau Huadi Group kompak mengikuti penyuluhan edukasi kesehatan dan Basic Safety Training (BST) untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja.

Kepala Klinik Huadi Group, dr Eka menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama 12 hari untuk seluruh pabrik dalam Huadi Group. Khusus PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia sendiri sudah berlangsung selama dua hari, yakni dari 29-30 Mei 2024.

“Antusias teman-teman pekerja sangat bagus untuk kehadiran mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dan basic safety training ini,” kata dr Eka, Kamis (30/5/2024).

Baca Juga : Golkar Pastikan Usung Uji-Sah di Pilkada Bantaeng, TP Ultimatum Kader Wajib Solid

Ia berharap agar kegiatan ini dapat dipahami dan menjadi modal bagi masing-masing karyawan dalam menjalankan tugas di lingkungan pabrik Huadi Group.

“Semoga materi yang kami sajikan dapat diterima dengan baik dan teman-teman dapat memahami materi edukasi tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Aswar berharap agar penyuluhan edukasi kesehatan dan BST ini dapat mengurangi jumlah kecelakaan kerja bahkan sampai zero accident.

Baca Juga : Gandeng Yayasan Melatis, Huadi Group Support Pemberdayaan Kelompok Rentan di Bantaeng

“Tujuan penyuluhan edukasi kesehatan dan basic safely training ini agar angka kunjungan pasien dan kecelakaan kerja di Huadi Group berkurang atau zero accident,” harap Aswar.

Menurutnya, BST adalah program pelatihan yang wajib ditempuh setiap karyawan di lingkungan Huadi Group. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam keselamatan.

Tujuannya, untuk memastikan setiap pekerja memahami konsep dasar teknik keselamatan kerja, agar mampu menerapkan K3 di lingkungan kerja masing-masing.

Baca Juga : Operasikan GI Smelter CNI di Kolaka, PLN Komitmen Siapkan Listrik Andal di Sektor Industri

“Jadi dengan mengikuti pelatihan, peserta dapat memahami pondasi dasar dalam implementasi SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja),” tambah Aswar.

Menurutnya, output yang diharapkan dari pelatihan ini adalah para karyawan dapat berpatisipasi aktif dalam penerapan K3.

“Dengan demikian dapat meminimalisir angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646