0%
logo header
Sabtu, 05 Maret 2022 20:05

Minyak Goreng Langka, Karang Taruna Sulsel: Kami Siap Bantu Pemerintah Awasi Distribusi dan Penjualan

Redaksi
Editor : Redaksi
Ketua Biro Retail Karang Taruna Sulsel, Hendra Arifin. (Istimewa)
Ketua Biro Retail Karang Taruna Sulsel, Hendra Arifin. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Beberapa bulan belakangan ini, Pemerintah dan Masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Selatan dipusinkan dengan masalah kelangkaan minyak goreng, yang mengakibatkan lonjakan harga pada salah satu kebutuhan pokok itu.

Menyikapi hal itu, Ketua Biro Retail Karang Taruna Sulsel, Hendra Arifin menyampaikan dukungannya atas upaya Pemerintah untuk mengatur distribusi dan batasan harga tertinggi agar semua kalangan masyarakat dapat menikmati semua produk premium minyak goreng.

“Kita sama-sama mendukung upaya pemerintah ini dalam menjaga stok dan harga minyak goreng dengan melakukan pengaturan distribusi serta mamasang batasan harga maksimal agar masyarakat tidak terdampak lagi dengan masalah kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng ini,” ucapnya melalui keterangan Pers yang diterima, Sabtu (05/03/2022).

Baca Juga : Toyota Auto Show by Kalla Tawarkan Agya Limited Series, Angsuran Rp3 Juta

Ia menambahkan, sesuai arahan dari Ketua Karang Taruna Sulsel, Harmansyah, pihaknya mendukung upaya Pemerintah ini.

“Mengingat Negara kita penghasil bahan baku minyak goreng sawit terbesar di dunia, kiranya sangat memungkinkan semua lapisan masyarakat menikmati harga yang sama dengan kualitas minyak terbaik, sudah sangat pas bila harga ke retail untuk masyarakat diatur oleh Pemerintah,” tuturnya.

Hendra Arifin juga menyampaiakan semua Produsen dan Distributor agar segera mendistribusikan Minyak Goreng ke Retail karena banyaknya kekosongan.

Baca Juga : Mei 2024, OJK Catat Perbankan Syariah Tumbuh Tinggi

“Riretail modern atau tradisonal dan masih kacaunya harga khususnya di tingkat retail tradisional, dimana harga jual retail belum sesuai anjuran Pemerintah (masih di atas harga terendah) selain itu barang juga langka,” ujarnya.

“Pemerintah harus menghitung harga dari Produsen ke Distribustor dan Distributor ke Retail serta Retail ke End User, karena menurut beberapa Distributor mereka engan menjual minyak goreng karena selisih harga dari Produsen untuk dijual ke retail habis dibiaya kirim ke cabang-cabang Distributor dan ke market, belum lagi biaya Operasional distributor lainnya, sehinga Pemerintah mesti atur mekanisme ini agar penetapan harga dari Pemerintah tidak menjadi masalah ketersediaan minyak goreng di Retail untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dikesempatan lain, Ketua karang Taruna Sulsel Harmansyah, mengungkapkan akan membantu mengawasi kebijakan Pemerintah bila ditemukan kejangalan di Lapangan maka akan meneruskan ke pihak yang berwenang.

Baca Juga : BI Sulsel Libatkan Generasi Muda Ajak Wisatawan Kenal Sistem Transaksi Digital

“Kita melibatkan teman-teman karang Taruna mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota, Kecamatan hingga Kelurahan dan Desa untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap distribusi dan penjualan minyak goreng, jika ada kejanggalan misalnya penimbunan minyak goreng oleh pihak-pihak tertentu serta harga yang mahal diatas standar yang ditetapkan oleh Pemerintah, maka kita akan mengkoordinasikan ke pihak berwajib (kepolisian) untuk melakukan tindakan,” ucap Harmansyah. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646