REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sebagai upaya dalam mendorong penguatan ukhuwah antar sesama organisasi masyarakat (ormas). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar melakukan pertemuan dengan para ormas dan perwakilan MUI Kecamatan Se-Kota Makassar
Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Ukhuwah Berbasis Moderasi Beragama” menghadirkan Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah Makassar, KH. Ikhwan Abdul Jalil, Wakil Pimpinan Muhammadiyah Makassar KH. Sudirman, dan Ketua Komisi Ukhuwah MUI Makassar, KH. Mahmud Suyuti.
Kemudian dalam pertemuan hadir pula Pengurus MUI Makassar, masing-masing Ketua MUI Makassar AGH. Syekh Baharuddin, Sekertaris Umum KH Masykur Yusuf, dan Bendahara Umum HM. Yunus HJ.
Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol Makassar, Chaidir berharap MUI dan Pemkot Makasar terus bekerjasama dalam menjunjung tinggi untuk merawat toleransi di Kota Makassar yang merupakan kota metropolitan.
“Saya mewakili pemerintah kota sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga semakin memperkuat persatuan antar umat dan sesama umat yang ada,” katanya.
Sementara, Ketua MUI Makassar AGH. Syekh Baharuddin mengatakan, pentingnya memahami konsep moderasi untuk ukhuwah dan toleransi. Karena itu, diskusi mengenai tema tersebut menjadi sangat penting di tengah keragaman pemikir dan pendapat umat Islam.
“Moderasi atau wasathiyah harus mampu memperkuat ukhuwah di antara kita. Baik ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaraan sesama umat Islam, ukhuwah wathaniyah atau persatuan dalam ikatan kebangsaan,dan ukhuwah basyariah yaitu persaudaraan sesama umat manusia,” ujarnya.
Ia pun berharap, hasil diskusi FGD nantinya dibawa ke lingkungan keluarga, dan semua umat Islam agar tetap mengamalkan ukhuwah. Sehingga terciptanya rasa keamanan dan kedamaian.
Wakil Pimpinan Muhammadiyah Makassar KH. Sudirman mengungkapkan, umat Islam saatnya jangan memperbesar perbedaaan mazhab karena sudah merupakan sunnatullah.
“Kami di Muhammadiyah tidak mempersoalkan perbedaan mazhab karena masing-masing punya landasan yang kuat, ” katanya.
KH Ikhwan Abd Jal
Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah Makassar KH. Ikhwan Abdul Jalil mengungkapkan, persaudaraan seharusnya tak perlu ada prsyarat atau agenda tertentu. Tapi persaudaraan harus dibangun karena Allah semata.
“Persaudaraan dan persatuan adalah buah dari akhlak yang baik, sementara perpecahan adalah buah dari akhlak yang buruk”, ungkap KH Ikhwan Jalil.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi Ukhuwah Kota Makassar KH Mahmud Suyuti menegaskan, proyek pertama yang dilakukan Rasulullah ketika sampai di Madinah adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.
“Ini menunjukkan bahwa persaudaraan adalah hal yang paling penting dalam Islam”, ungkapnya.
Mahmud Suyuti menutup paparan materinya dengan mengatakan bahwa hidup dengan keragaman, memang bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi musibah.
