0%
logo header
Rabu, 18 Oktober 2023 00:38

Nama Pengacara di Samarinda Disalahgunakan Oknum Untuk Menipu

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Bukti Screenshot WhasApp Dyah Lestari kepada pelaku penipuan. (dok. Istimewa)
Bukti Screenshot WhasApp Dyah Lestari kepada pelaku penipuan. (dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA — Seorang pengecara bernama Dyah Lestari di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan oknum berinisial SH (22) ke polisi lantaran melakukan penipuan mengatasnamakan dirinya. Penipuan itu terendus usai Dyah menemukan salah satu korban dari SH atau Jasa Felsya.

“Awalanya saya di chat sama orang yang saya tidak kenal menanyakan masalah berkas dia yang katanya diurus oleh jasa felsya ke saya. Saya tidak kenal baik sama yang wa ataupun yang dimaksud dengan jasa felsya,” ucap Dyah Lestari kepada Republiknews.co.id, Selasa (17/10/2023) malam.

Dyah menjelaskan kasus tersebut diketahuinya pada Kamis (5/10). Saat itu korban berinisial IW menanyakan progres surat cerai yang diurus SH atau Jasa Felsya yang mana sebelumnya SH mengaku-ngaku sebagai rekanan kerja Dyah Lestari dan menggunakan fotonya.

Baca Juga : Paparkan Capaian, Lapas Narkotika Samarinda Berhasil Raih 19 Penghargaan di 2023

“Kemudian korban mengirim screenshot percakapan seolah olah saya sedang wa-an sama jasa felsya tentang pembayaran jasa. Korban bertanya apakah itu chat saya dengan felsya saya bilang bukan,” terangnya.

Dyah mengatakan, akibat ulah Jasa Felsya, korban menderita kerugian Rp 1,8 juta. Adapun surat akte cerai yang di janjikan SH tidak terdaftar di pengadilan agama di mana korban berdomisili.

“Korban mentransfer sebanyak 3 kali ke no rekening laki-laki atas arahan terduga pelaku. Bahkan terduga pelaku mendesak korban untuk segera melakukan pelunasan dengan alasan mau bayar cicilan motor,” kata Dyah.

Baca Juga : Prestasi Lapas Narkotika Samarinda Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

“Kemudian korban mengirim foto buku nikah dan saya pun coba cek ke pengadilan agama yg ternyata data korban maupun istri nya tidak pernah masuk untuk di lakukan proses perceraian,” imbuhnya.

Dyah menambahkan, sejauh ini pelaku telah mengembalikan uang sebesar Rp 1,5 juta kepada korbannya dan meminta maaf kepada dirinya. Namun meski demikian Dyah tetap melajukan kasus tersebut dan telah membuat Laporan Polisi (LP) di Polresta Samarinda pada Selasa (17/10).

“Bagi saya kasus ini tidak selesai dengan kata maaf dan saya tetap akan menempuh jalur hukum karena saya tidak tau berapa banyak korban dia,” sebutnya.

Baca Juga : Kalapas Narkotika Samarinda dan Timnya Raih Predikat WBK 2023, Dapat Penghargaan dari Menkumham RI

Dari informasi di dapat, bahwa jumlah korban penipuan yang dilakukan Jasa Felsya bukan hanya satu. Dyah pun berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya atas Jasa pengurusan-pengursan surat penting.

“Saran saya jika masyarakat mau mengurus apapun yang berhubungan dengan pengadilan baik agama maupun negeri bisa memakai jasa pengacara atau mengurus sendiri. Karena yang bisa beracara di dalam ruang sidang adalah para pihak yaitu orang yang berperkara atau pengacara yang di beri surat kuasa oleh klien,” tutupnya. (*)

Penulis : Kurniawan
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646