Republiknews.co.id

OJK: 522.719 Masyarakat Sulsel Jadi Investor di Pasar Modal

Kepala OJK Sulselbar Darwisman. (Dok: Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sebanyak 522.719 masyarakat Sulawesi Selatan menjadi investor di sektor pasar modal. Hal ini berdasarkan total Single Investor Identification (SID) atau nomor identitas investor pada posisi November 2024.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Darwisman menyebutkan, saat ini total investor di pasar modal menunjukkan pertumbuhan positif diangka 26,87 persen di periode November secara tahuan atau year on year (yoy).

“Dari total investor pasar modal yang terbanyak adalah investor reksadana mencapai 379.081 SID atau tumbuh sebesar 27,77 persen yoy,” sebutnya, dalam keterangannya, Selasa, (14/01/2025).

Selanjutnya, investor saham sebanyak 125.948 SID atau tumbuh 25,61 persen di periode yang sama. Kemudian, investor Surat Berharga Niaga (SBN) dengan total SID mencapai 17.690 SID atau tumbuh 17,55 persen.

Dari total SID ini nilai transaksi saham di Sulawesi Selatan di periode yang sama sebesar Rp19,62 triliun. Capaian nilai transaksi saham ini juga meningkat 17,76 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2023 lalu.

Pada sektor pasar modal di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) juga menunjukkan pertumbuhan pada angka SID nya. Dimana, pada posisi November 2024 yaitu sebesar 32,68 persen secara yoy atau mencapai 972.688 SID. Instrumen investasi masih didominasi oleh reksadana dengan porsi dan pertumbuhan tertinggi.

Darwisman menegaskan, OJK juga terus mendorong penguatan literasi keuangan terkait pasar modal termasuk investasi saham sejak dini.

“Dimana sasaran kita yaitu untuk kalangan pelajar yang juga termasuk dalam 10 sasaran prioritas edukasi keuangan OJK,” katanya.

Exit mobile version