Republiknews.co.id

PDAM Tirta Jeneberang Gowa Dapat Stimulus Rp17,7 Miliar dari Kementerian PU

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat melihat langsung pengoperasian IPA Borongloe kapasitas 100 liter per detik di Kantor PDAM Tirta Jeneberang, Kecamatan Bontomarannu, Selasa (09/03/2021) lalu. (Rhany)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Atas keberhasilannya membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Borongloe tanpa menggunakan anggaran pendapatan daerah. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Gowa mendapatkan reward dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Atas apresiasi tersebut pihaknya memberikan reward berupa bantuan dana stimulus sebesar Rp17, 7 miliar dari Kementerian PU,” kata Kepala Balai Prasarana Wilayah Permukiman Sulsel Ahmad Asiri, Jumat (12/03/2021).

Ia menyebutkan, reward diberikan atas beberapa keberhasilan PDAM Tirta Jeneberang. Di antaranya, PDAM Tirta Jeneberang berhasil menjadi BUMD air minum yang masuk kategori 3 yakni kategori PDAM yang sehat.

Selain itu, PDAM Tirta Jeneberang berhasil melakukan inovasi pembiayaan tanpa APBN dan APBD dalam membangun IPA 100 liter per detik di Bontomarannu, atau dengan pembiayaan non publik melalui skema kredit perbankan.

Menurut Ahmad Asiri, bantuan itu masing-masing untuk optimalisasi SPAM Barombong dengan alokasi sebesar Rp 13,2 miliar dengan target perbaikan layanan eksisting sebanyak 1.628 sambungan baru (SR) dan penambahan 1.000 SR baru untuk Kecamatan Barombong dan Pallangga.

Sementara, bantuan kedua yakni bantuan skema pendamping berupa pembangunan jaringan perpipaan SPAM Kecamatan Pattallassang sebesar Rp 4,5 miliar. Target penambahan cakupan dari skema bantuan pendamping ini adalah penambahan 2.000 SR.

“Kementrian PU menargetkan pelaksanaan konstruksi untuk dua paket kegiatan ini akan dilakukan pada Juli 2021 dengan status saat ini dalam proses penyusunan dokumen perencanaan oleh Pemkab/PDAM dan pemenuhan Readiness Criteria (RC) lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, PDAM Tirta Jeneberang telah menjadi percontohan kepada kolega PDAM lainnya agar memiliki mindset bahwa pelaksanaan pengembangan infrastruktur SPAM tidak hanya bergantung pada APBN/APBD saja.

“PDAM lainnya harus bisa melihat peluang bahwa pendanaan non publik untuk sektor air minum merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan perencanaan yang baik dan outcome yang tepat sasaran,” katanya.

Ia pun mengaku, reward yang diberikan ini untuk pertama kalinya diberikan untuk PDAM Tirta Jeneberang di wilayah kerja Sulawesi Selatan. Termasuk pada inovasi yang dilakukan.

“Pembangunan IPA 100 liter per detik tanpa menggunakan anggaran daerah maupun negara baru ada di pulau Jawa, di luar dari itu baru di Sulawesi Selatan melalui PDAM Kabupaten Gowa. Makanya itu kita sangat mengapresiasinya,” tegasnya.

Sementara, Direktur PDAM Tirta Jeneberang Hasanuddin Kamal mengatakan, dengan adanya stimulus tersebut akan sangat membantu pihaknya dalam memenuhi kebutihan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Gowa.

“Saya optimis, dengan bantuan tersebut bisa mencakup sekian banyak sambungan baru, ditambah dengan IPA di Bontomarannu 100 liter perdetik ini maka akan sanggup mengcover kebutuhan masyarakat sampai nanti dibangunnya IPA regional Mamminasata,” singkatnya. (Rhany)

Exit mobile version