REPUBLIKNEWS.CO.ID,SINJAI — Menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar simulasi di Sekolah Dasar Negeri 3 Sinjai Kecamatan Sinjai Utara, kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Dalam simulasi itu, peserta didik dan pengajar diwajibkan memakai masker. Mereka juga wajib di screening sebelum masuk ke sekolah serta mencuci tangan sebelum memulai aktivitas proses belajar mengajar.
Proses pembelajaran para peserta didik harus digelar dengan menjaga jarak serta pembatasan jumlah peserta didik di dalam ruangan kelas.
Kepala Dinas pendidikan kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa mengatakan, ingin menyakinkan kepada tim satgas Covid-19 kabupaten sinjai bahwa kami dari dinas pendidikan beserta jajaran mulai satuan pendidikan Paud, SD dan SMP sudah siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan menerapkan standar operasional prosedur berdasarkan rekomendasi Tim covid-19 kabupaten Sinjai.
” Untuk standar operasional prosedur kami mengadopsi SKB 4 menteri, termasuk juga perintah kapolri, dinas kesehatan, dinas perhubungan kita akomodir sehingga protab itu mencakup semua bidang di dalam termasuk peranan orang tua dalam PTM ini,” kata Andi Jefrianto Asapa, saat dikonfirmasi. Senin (7/6/2021)
Andi Jefrianto menambahkan, dalam rangka pelaksanaan penilaian akhir tahun, pihaknta menerapkan satu jam pelajaran setiap hari, bahkan melakukan strategi mentandemkan tingkatan dalam satuan pendidikan. Misalnya kelas 1 berpasangan dengan kelas 4 dan kelas 2 dengan kelas 5, sehingga usia ini kita berharap mereka tidak terjadi ada pembauran atau tidak bermain sama-sama
” Jumlah peserta yang kami wajibkan sesuai kesepakatan, paling banyak di dalam kelas delapan orang, berdasarkan kemampuan guru dalam melakukan pengawasan saat masuk dan pulang sekolah,” ungkapnya.
Olehnya itu, pihaknya tinggal melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan, terkait wilayah yang ada di kabupaten Sinjai termasuk desa dan kelurahan apabila ada 7 pasien covid-19 dalam satu desa, maka wilayah tersebut tidak boleh melakukan PTM terbatas. Sesuai dengan peta yang diterapkan saat ini.
” Kita menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas pada tanggal 14 Juni pekan depan, PAT merupakan uji coba pertama kita lakukan sehingga dari situ kita bisa melakukan evaluasi sebelum memulai ajaran baru 2021-2022 pada bulan Juni dan Agustus,” ungkapnya.
Andi Jefrianto juga menyampaikan, apa yang dilakukan bisa menjadi SOP dari semua sekolah, untuk menerapkan hal yang sama karena dalam SOP ksudah jelas, apabila ada salah satu sekolah yang tidak mengikuti aturan yang ada maka akan diberikan sanksi.
” Sanksi berupa penutupan sekolah, kepala sekolah juga akan diberi sanksi, termasuk teman teman yang belum melakukan vaksin, karena kemarin persoalan ada penyakit dan tidak lolos screening mereka kami tidak wajibkan untuk tidak masuk sekolah karena kami anggap masih dalam keadaan sakit,” tegasnya
Sementara itu, Bupati Sinjai, Andi Seto Ghaditsa Asapa berharap simulasi yang dilakukan tadi betul-betul mewakili pada saat pelaksanaan tatap muka nantinya. Tentu sangat memadai dan sudah sesuai dengan Protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat dan jika itu dilaksanakan dengan baik dan disiplin, tentunya kita berharap tidak melahirkan klaster baru dan tidak menjadi sumber penularan.
” Alhamdulillah, semua tenaga pengajar telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali selama dua bulan. Bahkan persiapan sarana dan prasarana telah dilakukan beberapa bulan untuk persiapan tatap muka terbatas untuk pencegahan covid-19,” jelasnya
Andi Seto berharap kegiatan ini menjadi momen yang baik, dalam memulai pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah-sekolah di kabupaten Sinjai, dan menjad contoh Simulasi yang baik bagi para murid, orang tua, guru serta kepala sekolah serta satuan pendidik.
” Pelaksanaan PTM terbatas kelak diharapkan bisa berjalan sesuai koridor atau panduan yang berlaku dengan mengacu pada SKB 4 menteri serta ketentuan daerah kabupaten sinjai berdasarkan panduan pembelajaran tatap muka terbatas kabupaten Sinjai,”kuncinya. (Anto)
