REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Akibat Pandemi Covid-19, sekolah tatap muka juga ikut diliburkan. Para siswa diwajibkan sekolah di rumah dengan sistem daring (Online).
Sistem inipun menuai pro dan kontra dikalangan orang tua. Banyak orang tua yang protes atas kebijakan tersebut disebabkan para orang tua yang tidak memiliki HP android, tidak mampu membeli data internet serta orang tua yang punya kesibukan diluar rumah. Akibatnya banyak siswa yang terbengkalai pelajarannya.
Angin segarpun berhembus, menjelang perayaan 17 Agustus 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadim Makarim, mengeluarkan imbauan agar sekolah kembali dibuka bagi daerah zona kuning.
Menurut situs www.covid19.go.id, Kabupaten Bone masuk dalam zona Kuning.
Pengawas, Pembina 11 sekolah di Kecamatan Kajuara, H. Hasanuddin S,Pd saat menghadiri rapat persiapan sekolah tatap muka di SD Inpres 10/73 Gona, Jumat (21/08/2020), mengatakan bahwa melalui surat instrumen supervisi kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka dimasa pandemi oleh Dinas Pendidikan kabupaten Bone, maka sekolah harus menyediakan dan mentaati beberapa item.
“Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah terkait aturan yang harus ditaati sekolah yang ingin tatap muka,” ujarnya.
“Pada saat pembelajaran tatap muka sekolah harus menyediakan dan mentaati beberapa item yaitu toilet bersih untuk putra dan putri, sarana cuci tangan dengan menyediakan sabun dan hand sanitizer, ketersediaan akses fasilitas kesehatan seperti puskesmas,klinik atau rumah sakit. Siswa wajib menggunakan masker, menyediakan alat pengukur suhu badan, menata lingkungan sekolah dengan rapi, disinfektan ruangan kelas, pengaturan tempat duduk siswa dengan jarak 1,5 meter, para siswa,orang tua siswa dan guru tidak boleh berkunjung ke zona merah,” tambahnya.
Hasan melanjutkan bahwa dia selaku pengawas belum tahu pasti kapan sekolah tatap muka akan dibuka.
“Kami belum tahu pasti kapan sekolah tatap muka akan kembali dibuka. Setelah sosialisasi ini kami menunggu instruksi dari pimpinan,” ujarnya.
Kepala sekolah SD Inpres 10/73 Gona, Hj. Seniwati Syamsu S.Pd juga berharap agar pembelajaran tatap muka segera berlaku, karena banyak keluhan orang tua siswa yang diterima pihak sekolah.
“Sangat mengharapkan pembelajaran tatap muka jika itu diizinkan.Ini terkait keluhan orang tua siswa. Banyak orang tua siswa yang mengadu tidak punya Hp android, belum lagi yang tidak mampu beli,serta tidak efektifnya sistem daring,” pungkasnya. (Andi Sinar)
