REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Sesuai dengan surat dengan nomor 305/PPK dan UKM/VIII/2021. Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Koperasi & UKM Kabupaten Soppeng melayangkan surat berupa penyampaian ditujukan kepada pemilik warung makan yang berada di Area Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng (eks kantor Kecamatan Lalabata), perihal penyampaian tersebut bahwa dengan berakhirnya pelaksanaan Kontruksi rehabilitasi Gedung layanan Perpustakaan dan Kearsipan, maka akan dilaksanakan pembenahan halaman gedung termasuk area parkir, oleh karenanya disampaikan kepada para penjual dan pemilik warung makan yang berada di Halaman Gedung untuk segera membuka dan membongkar bangunan warung dengan jangka waktu 7 hari setelah diterimanya surat.
Dengan adanya surat yang diterima masing-masing penjual dan pemilik warung makan tersebut, mereka merasa kebingungan karena tanpa ada solusi untuk melanjutkan usahanya, namun sebelumnya sudah didata dengan alasan akan dipindahkan ke tempat lain ketika Gedung Perpustakaan dan Kearsipan sudah rampun atau selesai.
“Jadi, dimana kita akan pindah untuk melanjutkan usahang?,” tanya salah satu penjual yang berada di Area Gedung tersebut, Kamis (12/08/2021) kemarin.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng Andi Makkaraka, saat dihubungi mengaku tidak tahu di mana akan dipindahkan.
“Saya yang kena imbasnya karena kemarin saya memang yang bertanda tangan dan tidak tau di mana lagi bisa dipindahkan,” ucapnya.
“Saya cuma disuruh Kepala Dinas Perpustakaan untuk menindaklanjuti surat yang kemarin,” ucapnya lagi.
Sekedar diketahui, Warung makan yang berada di Area Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng menjajakan makanan Bugis dengan harga Rp. 10.000 perporsi.
Sementara, ketua Lmbaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LPKAN) Alfred, yang dimintai tanggapannya, Jumat (13/08/2021) menyebut bahwa upaya Pemerintah sangat baik dalam melakukan pembenahan, namun sebelumnya Pemerintah juga perlu memikirkan nasib mereka, apalagi warung makan yang ada di Lokasi Perpustakaan itu sangat membantu masyarakat utamanya pada saat ini masa Pandemi.
“Tidak ada daerah yang bisa menjual makanan 10.000/porsi, disitu ada nasi, ikan, sayur dan lauk tambahan yang selalu disiapkan di meja,” ucap Alfred.
“Jangan cuman langsung disuruh bongkar baru tidak ada solusi yang diberikan, mereka harus dipikirkan bagaimana dia bisa melanjutkan usahanya,” ucapnya lagi. (Yusuf)
