REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa berhasil menurunkan angka prevalensi stunting setiap tahunnya. Berdasarkan data terakhir pada 2022 prevalensi stuting turun 0,41 persen atau mencapai 4,7 persen.
“Kita bersyukur angka stunting di wilayah kita bisa terus kita turunkan. Jika pada 2021 lalu mencapai 5,11 persen, tahun ini turun 4,7 persen,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Kantor Bupati Gowa, Kamis (30/06/2022).
Adnan mengaku, prevalensi stunting di Kabupaten Gowa dapat turun lebih besar lagi. Tentunya hal ini diperlukan kolaborasi dan bergerak bersama sesuai dengan tugas dan tupoksi masing-masing.
Menurutnya, persoalan stunting ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, tetapi butuh kolaborasi dan kerja keras bersama dari seluruh pihak.
“Saya sering mengatakan bahwa, sekarang zamannya bukan lagi individualistik, tapi zamanya kolaboratif. Siapa yang mampu berkolaborasi pasti mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Adnan pun menargetkan pada 2023 mendatang angka prevalensi stunting bisa turun menjadi 3 persen bahkan hingga mencapi 2 persen.
“Saya minta kerjasama dan kerja keras kita semua. Sehingga betul-betul kita bisa membangun SDM yang berkualitas di masa yang akan datang,” harap Adnan.
Lanjutnya, persoalan stunting ini menjadi hal yang sangat penting diselesaikan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan berkualias.
Menurutnya untuk membangun SDM yang berkualiatas maka dibutuhkan SDM yang sehat.
Apalagi kata Adnan, SDM yang baik sangat dibutuhkan untuk menuju bonus demografi dan Indonesia Emas di 2045 atau 100 tahun Indonesia setelah merdeka.
Dalam membentuk SDM yang baik harus dimulai sejak dini, bahkan mulai dari dalam kandungan hingga lahir, inilah waktu yang sangat penting untuk membangun SDM yang baik.
“Kita tidak akan mungkin bisa membangun SDM yang baik kalau masyarakat kita, generasi kita stunting. Tidak mungkin kita bisa membangun SDM yang hebat, skill yang bagus, komptensinya bagus kalau masih banyak stunting yang kita temukan di wilayah kita,” ungkapnya.
Sementara, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa mengatakan, untuk mempercepat penurunan stunting, Pemkab Gowa telah membentuk TPPS di 18 kecamatan.
“Dengan adanya TPPS tersebut diharapkan agar pihak pemerintah di setiap jenjang wilayah dapat bekerja lebih fokus dan terarah untuk menanggulangi masalah stunting ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini Kabupaten Gowa memiliki 590 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari 1770 kader. Tim ini tergabung dari tenaga bidan, kader PKK dan kader KB.
“Agar upaya TPPS ini dapat berjalan maksimal, maka kami harapkan dukungan penuh dari Bapak Bupati Gowa sebagai ketua pengarah, agar semua SKPD, camat, lurah dan kepala desa dan tim lainnya yang terlibat dapat bekerja aktif dengan menganggarkan program dan kegiatan yang sesuai dan tepat sasaran,” terangnya.
