Republiknews.co.id

Pemkab Gowa Dapat Bantuan Pembangunan Rp500 Miliar dari Pemprov Sulsel di Puncak HJG

Penampilan tari dalam perayaan Puncak Perayaan Hari Jadi Gowa (HJG) Ke-705, di Kawasan Museum Balla Lompoa, Senin, (17/11/2025). (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa mendapatkan suntikan dana pembangunan sebesar Rp500 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Bantuan ini diserahkan secara simbolik di sela-sela Puncak Perayaan Hari Jadi Gowa (HJG) Ke-705, di Kawasan Museum Balla Lompoa. Bantuan diberikan langsung Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kepada Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

Andi Sudirman mengaku, sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Kabupaten Gowa, pihaknya menggelontarkan Rp500 miliar. Anggaran ini menyasar proyek pembangunan jalan, rumah sakit (RS) hingga irigasi yang akan mulai dikerjakan di tahun ini.

“Kalau kita total mulai dari jalan kurang lebih 130-an KM, rencana pembanguan RS di Kota Malino untuk pendekatan layanan kesehatan di wilayah dataran tinggi, dan irigasi pada beberapa titik total. Nilainya sekitar Rp500 miliar,” terangnya, dalam kegiatan, Senin, (17/11/2025).

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman saat memberikan sambutan di Puncak Perayaan Hari Jadi Gowa (HJG) Ke-705, di Kawasan Museum Balla Lompoa, Senin, (17/11/2025). (Dok. Humas Gowa)

Ia turut menyampaikan apresiasi atas capaian dan kinerja yang telah diraih kepemimpinan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (Hati Damai), meskipun baru sembilan bulan menjabat.

“Tentu kita mengapresiasi, meskipun orang bilang masih seumur jagung, tapi kita tetap apresiasi karena sudah luar biasa dalam berjuang untuk masyarakat Kabupaten Gowa,” katanya.

Sementara, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengungkapkan, perayaan HJG Ke-705 mengangkat tema “Gowa Bersama, Maju dan Sejahtera”. Dimana dalam tema tersebut mengandung makna untuk membangun kebersamaan antar pemerintah, masyarakat dan lintas sektor dalam mendorong kemajuan daerah secara inklusif, serta memastikan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menegaskan, makna bersama dalam tema ini mewakili semangat kebersamaan sebagai fondasi utama dalam pembangunan. Sementara, maju bermakna mewakili tekad untuk meningkatkan kemajuan dengan inovasi dan sinergi, adapun makna sejahtera yaitu mewakili tekad yang senantiasa mengupayakan kesejahteraan yang harus dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Gowa dalam semua level.

“Kita ingin masyarakat, pemerintah dan semua unsur di Kabupaten Gowa itu bersatu dan kompak. Menjadikan kemiskinan di Gowa menurun, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita. Sehingga Gowa bisa jadi daerah lebih maju,” ungkapnya.

Lanjut Husniah Talenrang, dalam membangun Gowa yang makin maju dengan terciptanya kesejahteraan masyarakat tentunya perlu upaya penguatan kolaborasi antara seluruh pihak. Hal ini pun nampak nyata dalam perayaan HJG, dimana makin memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satunya melalui berbagai bantuan yang dinilai akan meningkatkan kualitas dan konektivitas daerah misalnya, pada pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 135,86 kilometer (Km) di sejumlah ruas strategis. Termasuk Jalan Tun Abdul Razak, H.M. Yasin Limpo, Sungguminasa–Malino hingga Malino–Batas Sinjai

“Pembangunan infrastruktur jalan merupakan pilar utama yang menggerakkan ekonomi, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, sekaligus menjadi penopang yang memperkokoh keyakinan rakyat Gowa terhadap hadirnya pemerintah,” tegas bupati perempuan pertama di Gowa ini.

Ia berharap, momentum HJG tahun ini akan semakin mempererat hubungan silaturahmi, kolaborasi dan kerjasama antara pemerintah dengan seluruh pihak yang berimplikasi terhadap daerah yang semakin maju dan sejahtera.

Sementara, di tempat yang sama, Wakil Bupati Gowa yang juga Ketua Panitia HJG Ke-705, Darmawangsyah Muin mengatakan, perayaan HJG Ke-705 melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat hingga pemerintah. Hal ini tentunya menjadi semangat kebersamaan, serta simbol bahwa peringatan HJG bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi perayaan semua pihak yang ada.

“Dalam berbagai kegiatan HJG tahun ini melibatkan masyarakat. Kami mencatat sekitar 10.000 masyarakat yang ambil bagian. Ini menunjukkan bahwa peringatan HJG telah menjadi pesta rakyat dengan partisipasi aktif seluruh elemen sesuai dengan semangat Gowa Bersama,” terangnya.

Lanjut Darmawangsyah, dalam memperingati HJG digelar berbagai kegiatan utama yang berlangsung sejak 8 hingga 15 November 2025. Adapun berbagai kegiatan dibagi dalam beberapa pilar. Antara lain, Pilar Ekologi dan Sosial melalui kegiatan penghijauan dan penanaman pohon, ziarah ke makam pahlawan. Kemudian, Pilar Budaya dan Intelektual dengan kegiatan Grand Final Pemilihan Taurungka dan Tauolona Duta Wisata Keputusan Gowa, serta Pameran Senjata Tajam Tradisional di Galeri Istana Tamalate

“Pameran ini berhasil menarik minat budayawan, akademisi, dan masyarakat umum untuk mempelajari filosofi di balik kekayaan benda pusaka Kerajaan Gowa dari masa ke masa,” katanya.

Selanjutnya, digelar seminar dan kajian sejarah dengan topik “Makna Daeng dan Gelar Adat, Gelar Kehormatan atau Gelar Bangsawan” yang dilaksanakan di Museum Balla Lompoa. Kegian ini menjadi forum penting bagi akademisi dan pemangku adat.

“Juga di gelar Orasi Bupati Gowa dengan menyampaikan capaian pembangunan Kabupaten Gowa serta pemaparan pencapaian visi dan arah kebijakan pembangunan untuk tahun-tahun mendatang,” jelas Wabup Gowa.

Adapun, di tahun ini digelar Malam Pesta Rakyat, yang menjadi simbol syukur dengan berbagai kegiatan hiburan bagi seluruh masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan yang digelar meliputi kegiatan spiritual, sosial, budaya, dan inovasi. Dimana, selain masyarakat juga melibatkan 17 SKPD lingkup pemerintah daerah, 18 kecamatan , dan puluhan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan peningkatan layanan kesehatan melalui dua unit kendaraan puskesmas keliling, 1 mobil jenazah, dan 7 ambulance. Selain itu juga penyerahan angkutan sampah ke Dinas Lingkungan Hidup.

Turut pula dilakukan penandatanganan prasasti peresmian pembangunan Kantor PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, serta penyerahan Piala Bupati Cup U-15, dan beberapa pemberian sertifikat kepada pihak-pihak yang memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah.

Exit mobile version