Republiknews.co.id

Pemkab Gowa Siapkan Konsep Penanggulangan Bencana Berbasis Teknologi

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni didampingi Kepala BPBD Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa saat menghadiri Rakornas Penanggulangan Bencana 2024, di Pullman Bandung Grand Sentral, Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa akan menyiapkan konsep penanggulangan bencana berbasis teknologi. Hal tersebut sebagai upaya dalam mendorong mitigasi bencana lebih maksimal di era perkembangan zaman sekarang ini.

Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni mengungkapkan,
sejauh ini Pemerintah Kabupaten Gowa terus berupaya melakukan pemanfaatan teknologi dalam mitigasi bencana. Salah satunya dengan pemanfaatan peta digital dalam memetakan daerah rawan bencana.

“Alhamdulillah Gowa sudah punya peta itu. Tinggal perlu peningkatan dan pengembangan lagi. Peta-peta digital itu perlu di update,” ungkapnya, usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2024, di Pullman Bandung Grand Sentral, Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Kegiatan dengan tema “Pengembangan Teknologi dan Inovasi dalam Penanggulangan Bencana” inipun dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa menambahkan, dari segi peralatan Kabupaten Gowa juga sudah memadai. Namun menurutnya perlu ditambah, karena potensi bencana di Kabupaten Gowa cukup kompleks. Antara lain, banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, dan angin puting beliung

“Lokal logistik dan peralatan kami bisa dibilang sudah memungkinkan. Tapi perlu ada penambahan-penambahan karena tingkat kerawanan bencana,” ungkapnya.

Selain penanganan bencana alam, dirinya juga menyebutkan bahwa BPBD Kabupaten Gowa juga melakukan penanganan dan penyelamatan pada kejadian pendakian di beberapa gunung di wilayah Kabupaten Gowa.

“Hampir setiap minggu banyak pendaki di situ, dan kadang ada trouble. Itulah yang perlu kami carikan solusi untuk penanganannya itu. Sementara kita sedang koordinasi dengan Basarnas bagaimana model rescue nya jika ada kejadian-kejadian seperti itu,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin mengungkapkan, pihaknya mendorong BNPB maupun BPBD di daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam penanganan kebencanaan.

“Dorong integrasi teknologi dan inovasi berbasis data yang valid. Ini sebagai kunci terwujudnya efektifitas dan efisiensi aksi dini dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Ia juga meminta agar dapat dilakukan pemetaan risiko bencana secara tepat dan valid. Kemudian hasil dari pemetaan tersebut diintegrasikan dalam perencanaan dan implementasi terkait penataan ruang, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

Selain itu, Wapres RI menekankan pelayanan kebencanaan dapat diperkuat. Hal tersebut menurutnya bisa dilakukan melalui penguatan kelembagaan BPBD. Baik dalam hal kewenangan, kompetensi sumber daya manusia, logistik, dan peralatan.

Selanjutnya, dirinya meminta agar diterapkannya kebijakan dan upaya pemulihan pascabencana. Ia pun mengingatkan agar dipastikan adanya pembagian peran antara pusat dan daerah secara proporsional, dalam rangka membangun ketangguhan dan kemandirian masyarakat dan mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang.

“Dan yang terakhir, saya minta untuk dapat menyusun dan merencanakan pembiayaan kegiatan penanggulangan bencana secara integratif dan tidak tumpang tindih,” ungkapnya.

Exit mobile version