Republiknews.co.id

Pemkab Gowa Terima Bantuan Rp350 Juta untuk Penanganan Bencana dan Longsor

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat menerima bantuan BNPB RI secara simbolik yang diberikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, di Kantor Bupati Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa menerima bantuan sebesar Rp350 juta untuk penanganan bencana banjir dan longsor.

Bantuan ini diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diserahkan secara simbolis oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan ke Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Adnan mengatakan, dalam bantuan yang diserahkan sebanyak dua jenis bantuan. Antara lain bantuan 2.000 pcs selimut atau senilai Rp100 juta, dan Rp250 juta untuk operasional penanganan darurat bencana.

“Alhamdulillah hari ini kita mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB RI. Bantuan ini adalah dana siap pakai untuk penanganan longsor dan bantuan operasional selama di lapangan,” katanya usai menerima bantuan, di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kantor Bupati Gowa, kemarin.

Lanjutnya, bantuan yang diserahkan jug termasuk bantuan logistik berupa selimut untuk memastikan semua masyarakat yang mengungsi bisa tertangani dengan baik.

Dirinya mengaku, pemerintah daerah akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait penanganan bencana. Terbukti dirinya bersama TNI-Polri dan SKPD terkait turun langsung melakukan peninjauan di Kecamatan Parangloe.

“Kita terus memantau progres penanganan bencana. Alhamdulillah sekarang tim sedang berusaha membuka akses jalan yang tertimbun akibat longsor,” jelasnya.

Sementara Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan mengungkapkan, pemerintah pusat berupaya memberikan penanganan secepat mungkin kepada daerah-daerah yang terjadi bencana. Salah satunya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kebijakan pemerintah pusat jangan sampai masyarakat terlalu lama menderita sehingga kebutuhan logistik harus terpenuhi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk percepatan penanganan di wilayah bencana, pihaknya meminta pemerintah daerah agar mengeluarkan SK tanggap darurat sebagai kelengkapan admintrasi agar penanganan bisa tertangani.

“Kita berikan secara simbolis sembari dilakukan kelengkapan administrasi. Di Sulsel sendiri ada enam lokasi yang kita kunjungi yakni, Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, Wajo, Soppeng dan Kota Makassar,” jelasnya.

Exit mobile version