REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar bahasa inggris, inilah cara yang diterapkan Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muslim Indonesia (UMI), saat mengadakan workshop Bahasa Inggris dengan konsep English Camp dihadapan 60 Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar, Rabu (30/01/2019).
Tema kegiatan ini yaitu ‘Colour Our Life with English’. Adapun tim dari Pendidikan Bahasa Inggris UMI diwakili oleh satu orang dosen dan tiga mahasiswa semester 5.
Acara ini dibuka langsung oleh kepala Sekolah MAN 2 Makassar, Kaharuddin, S.Pd., M.Pd., dan dihadiri oleh guru-guru Bahasa Inggris.
Dalam sambutannya, Kaharuddin menyambut gembira adanya program ini. Ia megatakan bahwa program ini diharapkan menjadi wadah bagi para peserta untuk melatih bahasa Inggris mereka khususnya speaking skill-nya.
program ini juga diharapkan bisa menelurkan 4 siswa berprestasi yang akan mewakili MAN 2 berangkat ke Brisbane Australia dalam program sister school kedepan.
Sementara itu Pemateri Kegiatan English Camp ini, Awaluddin Syamsu, S.Pd.I., MA.TESOL, mengungkapkan, bahasa Inggris merupakan sebuah skill yang harus dipraktekkan.
“Bahasa Inggris adalah sebuah skill yang jika tidak dipraktekkan maka tidak akan mungkin bisa dikuasai. Oleh karena itu, program ini dibuat untuk menjadi ajang bagi para siswa untuk mempraktekkan Bahasa Inggris mereka secara natural,” Bebernya.
Lanjutnya, program English Camp ini akan meningkatkan kosa kata bahasa Inggris siswa, dan yang tidak kalah pentingnya lagi murid-murid termotivasi untuk belajar.
“Selain itu, program ini akan meningkatkan jumlah kosakata Bahasa Inggris siswa dan yang tidak kalah pentingnya adalah para siswa termotivasi untuk belajar Bahasa Inggris,” tandas Dosen muda Pendidikan Bahasa Inggris UMI yang menyelesaikan S2-nya di Negeri Kangguru Australia ini.
Fatimah Dhea Amandha, peserta terbaik dalam English Camp mengatakan, ia merasa sangat senang mengikuti program ini salah satu alasannya adalah selama mengikuti kegiatan mulai dari awal sampai akhir semua materi yang dibawakan fun (menyenankan).
“Kami bermain sambil belajar. Kami melatih speaking kami, dan meningkatkan kosakata kami. Selain itu ia mengatakan dalam acara ini ia bisa mempraktekkan bahasa Inggrisnya bersama kakak tingkatnya tanpa merasa malu dan tidak ada jarak antara mereka. Ia berharap tahun depan kegiatan ini bisa terlaksana kembali,” jelas Dhea.
(Syaiful)
