REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa mendorong agar jajaran pengawas dapat lebih smart dan adaptif, khususnya dalam perkembangan teknologi. Tujuannya, untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan efisien.
“Kemajuan teknologi menuntut kita untuk membenahi diri secara fundamental. Bukan hanya cara berkomunikasi, tapi juga dalam tata cara mengelola pemerintahan,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, di sela-sela Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XVII Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Gowa, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, kemarin.
Menurutnya, pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya dari segi pengetahuannya, namun yang utama adalah peningkatan sikap, etika, dan perilaku kerja ASN.
“Cara lama yang monoton dan tidak kompetitif sudah saatnya kita tinggalkan. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dengan melakukan reformasi birokrasi yang mempermudah, bukan mempersulit,” terangnya.
Azis menegaskan, kepada seluruh peserta agar inovasi yang dibuat bukan hanya sebatas untuk pelatihan saja, tetapi dapat diaplikasikan di unit kerja masing-masing.
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gowa, Zubair Usman mengucapkan terima kasih kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan atas fasilitasi dan kerjasamanya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses.
Pelatihan ini mengadopsi Sistem Blended E-Learning dengan 905 Jam Pelajaran (JP) yang terdiri dari 66 JP Mandiri, 96 JP E-Learning, 27 JP Komitmen, 176 JP Klasikal, dan 540 JP Aktualisasi.
“Ada 40 peserta yang ikut dalam kegiatan, sementara yang dinyatakan lulus yakni 39 orang, dan 1 orang lulus bersyarat,” jelasnya singkat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kompetensi Manajerial BPSDM Sulawesi Selatan, Indrajaya Saputra menyampaikan rasa bangga atas perkembangan yang ditunjukkan oleh Peserta PKP Pemkab Gowa Angkatan XVII ini.
“Setelah kembali ke unit kerja nanti, buktikanlah bahwa saudara sekalian telah mempunyai komitmen sebagai birokrat yang handal dalam bentuk kinerja yang tinggi dan mampu melayani, mengayomi, dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat,” ujar Indrajaya.
