Republiknews.co.id

Warisi Semangat Pahlawan: Kolaborasi Pemerintah-Masyarakat Kunci Atasi Kemiskinan di Buton Tengah.

Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari,S.STP., M.Si, saat memimpin upacara peringatan hari pahlawan.

REPUBLIKNEWS-BUTON TENGAH. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Lapangan J. Wayong, Kecamatan Gu, Senin (10/11). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Dr. H. Azhari menekankan pesan tentang menjadi “pahlawan masa kini” yang berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan.

Dalam amanatnya yang membacakan sambutan Menteri Sosial RI, Bupati Azhari menyatakan, “Kita adalah pahlawan masa kini yang berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan.” Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi dua masalah mendasar tersebut.

Namun, pesan ini berhadapan dengan realitas statistik yang tercatat di BPS. Data BPS Maret 2024 menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di Buton Tengah mencapai 13,02%, angka yang secara signifikan lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 9,03%. Artinya, sekitar 23.000 jiwa di kabupaten ini masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Di sektor pendidikan, tantangan tak kalah kompleks. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Buton Tengah tahun 2023 tercatat sebesar 65,92, masih tertinggal dari capaian rata-rata Provinsi Sulawesi Tenggara yang sebesar 69,71. IPM ini bahkan menempatkan Buton Tengah pada peringkat 10 dari 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut. Komponen penyusun IPM, khususnya rata-rata sama sekolah yang masih rendah, mencerminkan pekerjaan rumah besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Fakta-fakta ini menguatkan pertanyaan tentang efektivitas berbagai program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan yang telah dijalankan selama ini, terutama dalam mengatasi ketertinggalan dari daerah lain.

Upacara yang dihadiri seluruh jajaran Forkopimda dan OPD ini berlangsung khidmat. Rangkaian acara ditutup dengan penampilan pencak silat dan puisi perjuangan oleh pelajar, yang dimaknai sebagai simbol estafet perjuangan generasi muda.

Tantangan ke depan adalah bagaimana mentransformasikan semangat dan komitmen pemerintah dengan kolabarasi masyarakat menjadi kebijakan dan aksi nyata yang terukur, guna menjawab persoalan riil kemiskinan dan pendidikan yang dihadapi masyarakat Buton Tengah, sekaligus mengejar ketertinggalan dari daerah tetanggatetangga. Karena Tanggung jawab kemajuan daerah sesungguhnya menjadi tanggung bersama.

Exit mobile version