REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Program pemerintah Kota Makassar Kaki Lima’ta yang sejak tahun 2016 lalu diresmikan pembangunannya oleh Walikota Makassar Moh. Ramdhan Danny Pomanto, namun hingga saat ini belum juga difungsikan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Faktanya konsep Kaki Lima’ta sudah rampung secara keseluruhan, terdiri dari 301 boot yang telah disediakan oleh pemerintah secara gratis untuk membuka akses kepada para PKL berjualan di sepanjang Jl. R.A Makassar namun belum juga difungsikan.
Menurut salah satu PKL yang ada di Jl. Sunu mengungkapkan alasannya tidak menempati boot tersebut dikarenakan tempat yang disediakan untuk berjualan terlalu sempit.
“Jadi alasan kami itu tidak pindah ke PKL Center yang ada di Jl. R.A kartini karena tempat yang disediakan terlalu sempit dan fasilitas yang disediakan belum lengkap,” ungkap Nurdin, salah satu PKL di Jalan Sunu saat ditemui, Selasa (23/10/2018).
Nurdin menambahkan selain dari tempat untuk berjualan terlalu sempit dengan ukuran 2×2 meter, lahan parkir untuk para pedagang dan juga pengunjung kurang memadai.
“Selain dari tempat yang sempit lahan parkirnya juga kurang memadai, tarulah pedagang disitu masing-masing punya 1 motor jadi secara keseluruhan ada 300 lebih kendaraan, belum lagi kendaraan pengunjung, mau diparkir dimana coba,” tambahnya.
Pedagang Kaki Lima yang ada di Jl. Sunu berharap agar pemerintah tidak merelokasinya ke PKL Center dengan harapan mereka hanya ingin tempat yang digunakan berjualan sekarang di tata ulang.
(Syaiful)
