PMII Luwu Utara Geram Muncul Mandat Palsu di Konkoorcab Pinrang

0
Pelaksanaan konferensi koordinator cabang (Konkoorcab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang, Ahad (2/5/2021) malam.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MASAMBA– Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Luwu utara, Arwan Tolija mengungkap kegeramannya akibat muncul surat mandat palsu dalam gawean Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab) PMII Sulawesi Selatan.

Arwan berpendapat PC PMII Luwu Utara dan sejumlah cabang lain yang dicatut sebagai peserta, hanya sebagai klaim agar Konkoorcab tersebut dianggap mendapat respon dari cabang-cabang, padahal fotum tertinggi PMII Sulsel yang digelar di Pinrang tersebut tidak mendapat izin dari Pengurus Besar PMII.

“PC Luwu Utara tidak pernah mengeluarkan surat mandataris ke siapapun untuk menghadiri Konkoorcab PMII Sulsel yang di gelar di Pinrang, dengan alasan Konkorcab yang di gelar dipinrang itu tidak mendapatkan izin dari PB, itu ilegal,” jelasnya, Selasa, (04/05/2021).

Sementara penyampaian Ketua PKC PMII Sulsel periode 2018-2020 Sirajul Munir dalam pelaksanaan Konkoorcab Pinrang mengklaim Luwu Utara hadir dalam acara tersebut.

“Maka dari itu saya tekankan bahwa jauh sebelum Konkoorcab digelar, PC PMII Luwu Utara sudah menyatakan sikap untuk menolok Konkoorcab PKC PMII Sulsel di Pinrang,” jelasnya lagi.

Iapun menilai PKC PMII Sulsel dibawah kendali Uul alias Sirajul Munir telah gagal mengurus kaderisasi, bahkan cabang-cabang aktif di Sulsel itu diturunkan statusnya menjadi cabang persiapan.

Sementara SK cabang yang telah terbit ditahan dan dimanfaatkan dalam momentun kongres dan koonkorcab.

“PKC PMII dibawah kendali UUL tidak memiliki kewibawaan, tidak menghargai kedaulatan cabang-cabang di Sulsel,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan