0%
logo header
Senin, 27 Juni 2022 21:27

Polisi Amankan WNA Asal Estonia Pelaku Skimming Bank, Raup Uang Nasabah Ratusan Juta

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
WNA Estonia (SP) pelaku Skimming diamankan Polda Metro Jaya, Senin (27/06/2022). (FOTO.Wahyu Widodo/Republiknews.co.id)
WNA Estonia (SP) pelaku Skimming diamankan Polda Metro Jaya, Senin (27/06/2022). (FOTO.Wahyu Widodo/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Polisi mengamankan satu orang warga negara asing (WNA) asal Estonia berinisial SP (24) terkait kasus pencurian sistem elektronik tanpa izin atau skimming.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, kasus berawal dari sebuah bank milik BUMN yang menerima aduan dari nasabahnya lantaran kehilangan uang dari rekeningnya.

“Ada uang hilang dari rekening nasabah secara tiba-tiba dengan nominal mencapai Rp300 juta. Kemudian dilakukanlah pendataan oleh korban (Bank) kemudian dilakukan penyelidikan dan menemukan bahwa transaksi terhadap hilangnya uang itu ditemukan di beberapa masjid ATM milik nasabah di bank tersebut,” ujar Zulpan dalam jumpa persnya, Senin (27/06/2022).

Baca Juga : Ikuti Arahan Kapolri, Anggota Polda Metro Jaya Diperiksa Terkait Kasus Brigadir J

Pelaku berinisial SP (24) ditangkap usai meraup uang sekitar Rp 300 juta dari seorang nasabah Bank milik BUMN.

Zulpan menjelaskan, modus pelaku beraksi menggunakan kartu khusus sebagai alat skimming yang dijadikan sarana menampung data elektronik milik nasabah dengan cara mengaksesnya melalui mesin encoder yang terhubung ke laptop pelaku.

“Kemudian setelah data informasi nasabah tersebut bisa diakses menggunakan kartu binance yang sudah terisi melalui ATM bank ke rekening bank yang diperintahkan oleh seseorang kepada pelaku untuk melakukan kejahatannya,” tambah Zulpan.

Baca Juga : Ferdy Sambo Diperiksa Sebagai Tersangka, Satu Polisi Lain di Polda Metro Jaya Ikut Diperiksa

Hasil yang didapat pelaku sebesar 900 hingga 1050 dollar AS dikirim ke seseorang yang masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) melalui bitcoin.

“Kemudian dilakukan pengiriman kepada orang lain yang merupakan bagian dari pada pelaku yang saat ini menjadi DPO penyidik,” ungkap Zulpan.

Polisi pun mengamankan barang bukti dari hasil kejahatan pelaku berupa beberapa unit handphone, 81 buah kartu binance warna hitam, 58 kartu MasterCard, 9 kartu Bitcoin cash warna hijau, 12 kartu Bitcoin cash warna biru, 2 unit Magnetic Card Reader, 1 unit laptop, 1 pasport, 1 buah Hoodie hitam, 1 kartu ATM Revolut MasterCard, 1 kartu ATM debut Swedbank, 1 buah lisensi mengemudi, dan 4 lembar uang Rp 100 ribu.

Baca Juga : Wakapolda Pimpin Apel Besar Saka Bhayangkara Di Polda Metro Jaya

Berdasarkan penyelidikan, diketahui SP memindahkan uang milik nasabah BUMN yang hilang itu ke seseorang yang berada di Estonia.

“Ini adalah orang yang memberikan instruksi kepada pelaku dalam melakukan aksinya. DPO ini juga warga negara asing dan tidak di Indonesia. Berkomunikasi melalui Telegram,” ungkap Zulpan.

Penyidik Polda Metro Jaya pun menetapkan SP sebagai tersangka. SP dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 30 Juncto Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga : Mantan Menpora Roy Suryo Resmi Ditahan di Polda Metro Jaya

“Kemudian juga dikenakan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU atau pencucian uang,” tutur Zulpan.

Zulpan menuturkan kini penyidik sudah mendapatkan identitas dari pelaku lain yang menerima uang kiriman SP dan memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646