REPUBLIKNEWS.CO.ID, SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) merilis angka produksi padi Gabah Kering Panen (GKP) yang mengalami kenaikan signifikan di tahun 2025.
“Produksi padi GKP di di Sidrap tahun 2025 lalu naik sebesar 129.464 ton, atau lebih besar dibandingkan dengan tahun 2024,” ujar Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Dari data Pemkab Sidrap, tahun 2024 angka produksi GKP tercatat sebesar 434.355 ton dengan nilai harga Rp4.800 per kilogram. Nilai produksi yang dihasilkan sebanyak Rp2,56 triliun lebih.
Sedangkan pada 2025, produksi GKP mengalami peningkatan sebesar 663.819 ton sejalan dengan adanya kebijakan kenaikan harga Rp6.800 per kilogram. Untuk nilai produksi dalam rupiah sebesar Rp4,51 triliun lebih.
“Ada kenaikan nilai produksi sebesar Rp1,94 triliun lebih untuk tahun 2025,” tutur mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menurut angka sementara 2025, produksi padi dalam Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 556.362 ton atau mengalami kenaikan sebesar 108.506 ton (24,23 persen) dari Produksi Padi (GKG) tahun 2024 sebanyak 447.865 ton.
Sedangkan apabila dalam bentuk GKP pada tahun 2025, produksinya sebesar 663.819 ton. Sementara, dari produksi padi (GKP) tahun 2024 sebanyak 534.355 ton. Produksi padi GKP ini mengalami kenaikan sebesar 129.463 ton atau 24,23 persen.
Kenaikan yang dihitung tersebut, adalah produksi padi Gabah Kering Panen (GKP). Jumlah ini bukan dihitung satu periode tanam, melainkan total perhitungan sepanjang tahun 2025.
Menurut Syaharuddin Alrif, dengan peningkatan hasil ini maka program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat mampu diwujudkan khususnya di Sidrap. Mengingat, tidak hanya padi, tetapi berbagai sektor, baik perkebunan, pertanian maupun lainnya terus dikembangkan.
Sebelumnya, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani melaksanakan panen perdana Musim Tanam Pertama (MT I) di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Ia mengatakan panen itu merupakan hasil musim tanam periode Oktober-Desember 2025.
Menurutnya, panen tersebut merupakan bukti komitmen pemerintah daerah, petani, serta penyuluh dalam menjaga produktivitas sektor tanaman pangan di Sidrap. Syahar menargetkan tahun 2026 ini, panen ditingkatkan menjadi 800.000 ton hingga 1 juta ton gabah.
Panen Raya Musim Tanam I (MT I) di wilayah Kecamatan Maritengngae tersebut menjadi titik awal percepatan penerapan Indeks Pertanaman 300 (IP300) yang merupakan bagian dari percepatan tanam dalam mendukung program IP300. (*)
