REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kota Makassar menjadi daerah yang ikut menyumbang peningkatan jumlah kredit (pembiayaan) perbankan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga)
sekitar 20 hingga 25 persen.
Chief of Network & Digital Banking CIMB Niaga Budiman Tanjung mengatakan, pihaknya berhasil meningkatkan jumlah kredit (pembiayaan) perbankan sebesar 9,4 persen secara year of year (yoy) atau Rp199 triliun di 2022. Pertumbuhan kredit ini berasal dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), corporate banking, dan consumer banking.
“Peningkatan kredit perbankan pada 2022 ini tumbuh positif seiring dengan peningkatan laba Rp6,6 triliun. Sementara untuk kredit UMKM, pencapaian Makassar cukup besar setelah pulau Jawa,” katanya di sela-sela Silaturahmi Media Kinerja CIMB Niaga Tahun 2022, di Ruang Lontaran, Hotel The Rinra Makassar, Rabu (05/04/2023).
Sementara, Head of Region – Indonesia Timur & Bali Nusra CIMB Niaga Ahmad S. Ilham menyampaikan, jika pihaknya akan semakin mengembangkan pola bisnis di sektor UMKM agar peningkatan kredit semakin menguat di 2023 mendatang.
“Kedepannya, kami akan fokus memperkuat perdagangan. Lalu, penetrasi new market juga akan dikembangkan serta kolaborasi fungsi dengan kantor cabang juga akan terus dilakukan,” terangnya singkat.
Hal senada diungkapkan Direktur Strategy Finance dan SPAPM CIMB Niaga Lee Kai Kwong. Ia mengaku, pencapaian jumlah kredit berasal dari pertumbuhan pada bisnis corporate banking sekitar 12,1 persen secara year of year (yoy), consumer banking sekitar 11,8 persen secara yoy, dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 7,0 persen secara yoy.
“Kemudian Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 35,3 persen secara yoy, termasuk kontribusi dari anak perusahaan, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF),” terangnya.
Selain itu, CIMB Niaga juga meraih kinerja menggembirakan dengan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp6,6 triliun di periode 2022. Capain tersebut naik sebesar 26,7 persen secara yoy dan menghasilkan earings per share Rp202.2.
“CIMB Niaga bisa menutup 2022 dengan kinerja yang menggembirakan. Apalagi, di tengah pemulihan dan kebangkitan ekonomi Indonesia dari tantangan global, kami dapat menangkap peluang untuk mendorong pertumbuhan bank,” katanya.
Kemudian, rasio keuangan CIMB Niaga juga tercatat baik. Capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 22,2 persen dan 85,6 persen per 31 Desember 2022. Total aset konsolidasian per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp307 triliun, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Kemudian, total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp227 triliun dengan rasio CASA meningkat menjadi 63.6 persen.
“Hal ini sejalan dengan komitmen bank untuk terus membangun hubungan yang lebih erat dengan para nasabah, sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan layanan digital CIMB Niaga,” terangnya.
Di perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp49,3 triliun (termasuk pembiayaan Salam) dan DPK sebesar Rp39,5 triliun per 31 Desember 2022.
