REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Sebanyak 53 kios hadir menawarkan aneka produk khas lokal Kabupaten Gowa di Pusat Kuliner Kota Malino, di Kecamatan Tinggimoncong.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang pun hadir melihat langsung aneka produk daerah yang dijual oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan daerah. Kehadirannya sekaligus meresmikan Pusat Kuliner Malino ini.
Husniah Talenrang mengatakan, pusat kuliner ini membuka peluang dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, termasuk sektor pariwisata daerah. Terlebih, Kota Malino kini dikenal sebagai tempat yang memiliki destinasi wisata unggulan yang kerap dikunjungi masyarakat di Sulawesi Selatan, maupun wilayah lainnya.
“Malino telah lama dikenal dengan destinasi wisata alamnya dan saat ini semakin lengkap dengan hadirnya pusat kuliner yang representatif dan modern. Itulah kenapa kita ingin cepat resmikan agar masyarakat luar bisa sekaligus menikmati wisata alam dan kuliner kita,” ungkapnya, dalam kegiatan, kemarin.
Untuk lebih memberikan kenyamanan kepada para pengunjung, dirinya meminta Camat Tinggimoncong dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa selaku pengelola agar lebih gencar dalam mempromosikan pusat kuliner ini sehingga semakin banyak masyarakat yang ingin berkunjung ke Malino.
“Soft opening ini adalah awal bagi kami, pengembangan akan terus dilakukan, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bisa mensosialisasikan tempat ini, nantinya bisa diisi dengan live music serta menyediakan kios khusus dalam memamerkan UMKM kerajinan yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh bagi pengunjung yang datang,” jelasnya.
Tak hanya itu, pelaksanaan Beautiful Malino yang tersisa beberapa hari lagi diharapkan semakin menambah kunjungan wisatawan dengan adanya pusat kuliner ini.
“Kita ingin pada saat masyarakat datang untuk kegiatan Beautiful Malino, semuanya sudah ready, dimana masyarakat bisa menikmati semua yang ada di Malino baik wisatanya maupun kulinernya,” terangnya.
Adanya Pusat Kuliner Kota Malino hingga pelaksanaan Beautiful Malino selama lima hari sejak 9 hingga 13 Juli 2025 mendatang diharapkan akan memberikan dampak pada pendapatan ekonomi masyarakat lokal. Termasuk pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gowa.
Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Nasrun menyampaikan kapasitas Pusat Kuliner ini sebanyak 73 unit kios, dimana saat ini total yang terisi sebanyak 53 kios atau UMKM.
“Data pedagang yang masuk sebanyak 53 UMKM pada soft opening ini, nantinya akan terus terisi hingga sesuai kapasitas. Ini membuktikan animo masyarakat untuk menggairahkan potensi kuliner kita sangat tinggi,” sebutnya.
Diharapkan soft opening ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat lokal serta Pusat Kuliner Malino tersebut bisa menjadi destinasi wisata kuliner di Sulawesi Selatan.
Salah satu UMKM Daisuki Malino, Ichwan Nur berharap pusat kuliner ini bisa terus dipromosikan diseluruh kanal sosial media agar semakin banyak masyarakat yang tahu keberadaannya.
“Kami hanya berharap kedepan pusat kuliner ini bisa dipadati pengunjung yang tentunya sosialisasi sangat penting, dan Malino yang dikenal sebagai wisata alamnya juga bisa dikenal dengan kulinernya yang beragam,” harapnya.
