REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Memiliki jembatan dan jalan mulus sebagai akses utama saat berkebun maupun mengantarkan hasil kebun untuk di jual merupakan mimpi masyarakat Kampung Allu, Dusun Tanakaraeng, Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.
Sejak beberapa tahun lamanya mereka menikmati kondisi jalan yang berkrikil dan becek dalam aktivitas berkebunnya. Kini setelah menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 1409 Gowa harapan dan mimpi tersebut pun terwujud.
“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah maupun bapak-bapak TNI yang bersama bapak-bapak Polri membuatkan warga kami jembatan dan jalan untuk memudahkan aktifitas masyarakat. Terutama memudahkan petani kita saat ke kebun,” kata Kepala Desa Tanakaraeng, Sampara, Rabu (31/03/2021).
Pengerjaan infrastruktur yang dilakukan dalam program TMMD di wilayah ini meliputi pembangunan jembatan dan pembukaan akses jalan menuju Kabupaten Gowa ke Kabupaten Takalar. Selain itu juga membangun sejumlah plat dekker dan Mandi Cuci Kakus (MCK).
“Masyarakat kami yang kesehariannya sebagai petani jagung tentunya tidak pernah menyangka akan memiliki jembatan dan jalan mulus seperti yang dibangun saat ini. Makanya kami sangat bersyukur dengan adanya program TNI membangun desa ini dan berharap program ini terus ada agar pembangunan di desa terus berjalan,” harap Sampara.
Dirinya mengaku, pembangunan yang dilakukan para anggota TNI bersama Polri dibantu aparat pemerintah setempat dan masyarakat tidak akan berjalan sesuai harapan jika tidak ada kerjasama dan kekompakan yang terbangun. Olehnya, program yang berjalan hanya selama sebulan atau 30 hari ini pun dapat rampung.
“Saat pengerjaan program ini kan masuk musim penghujan dengan intensitas yang tinggi. Beberapa hari sempat tidak ada pengerjaan karena air naik, tapi setelah kondisi cuaca membaik mereka kembali bekerja dengan semangat dan maksimal. Menyelesaikan sesuai target,” katanya.
Sementara, Kasrem 141 Toddopuli Kolonel Inf Hery Purwanto mengungkapkan, pengerjaan fisik pada program ini yaitu pengerjaan jembatan dan jalan memang belum rampung 100 persen. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca pada masa pengerjaannya memasuki musim hujan yaitu pada 2 Maret 2021 lalu.
Meski demikian pihaknya memastikan pengerjaan tersebut akan diselesaikan hingga satu minggu ke depan. Sehingga ditargetkan pada April 2021 mendatang jembatan dan jalan untuk masyarakat Kampung Allu sudah bisa dinikmati dengan baik.
“Pengerjaannya sudah menjadi tanggung jawab kami sehingga secepatnya akan kami rampungkan. Persoalan cuaca bukan menjadi tanggungjawab kami, meski demikian akan kita usahakan agar kualitas pembangunan yang kita lakukan tetap bagus supaya bisa dinikmati dalam jangka waktu yang lama,” tegasnya.
Saat ini pelaksanaan program TMMD Ke-110 Tahun Anggaran 2021 telah selesai. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan sekaligus penyerahan hasil TMMD dari Kodim 1409 Gowa ke Pemerintah Kabupaten Gowa, di Lapangan Golf Padyvalley Kecamatan Pattallassang, Rabu (31/03/2021). (Rhany)
Bantu Pemerataan Pembangunan di Dataran Tinggi
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengaku, program TMMD ini sangat membantu pemerintah daerah dalam hal pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah pelosok. Seperti di wilayah yang ada di dataran tinggi.
Apalagi sejak tahun ketiga program TMMD ini berjalan di Kabupaten Gowa memang memfokuskan daerah-daerah yang ada di dataran tinggi. Seperti di Kecamatan Bungaya, Kecamatan Tompobulu dan Manuju.
“Terimakasih kepada jajaran TNI yang bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk saling bekerjasama aehin program ini dapat berjalan sesuai target. Alhamdulillah jembatan baru yang dibangun ini akan menjadi akses bagi masyarakat kita ,” ungkapnya.
Dirinya pun memastikan akan selalu membuka tangan untuk bekerjasama dengan TNI dalam mendorong terciptanya pembangunan yang merata. Khususnya di wilayah-wilayah dataran tinggi yang tentunya memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat dalam hal meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Akses masyarakat, khususnya petani-petani kita akan semakin lebih mudah saat mereka menjualkan hasil panennya. Ini tentunya akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap meskipun penyerahan telah dilakukan namun pengerjaan di lapangan belum selesai, hal ini dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Meski demikian pihaknya optimistis penyelesaian jembatan dan jalan akan diselesaikan sesuai target dengan kualitas yang baik dan mampu bertahan lama.
“Meskipun hasil telah diserahkan namun di lapangan belum 100 persen. Semoga segera selesai dan bisa dimanfaatkan dan terpenting yang dikejar adalah kualitasnya agar bisa lama digunakan. (Rhany)
Serap Anggaran Rp 2 Miliar
Pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kabupaten Gowa menggunakan anggaran sekitar Rp 2 miliar.
Komandan Kodim 1409 Gowa Letkol Arh. Muhammad Suaib mengungkapkan, penggunaan anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan fisik dan non fisik di lokasi pelaksanaan program di Kampung Allu, Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju.
Ia menyebutkan, pada kegiatan fisik ini akan menyentuh seluruh kegiatan pembangunan infrastruktur, antara lain pengerasan jalan sepanjang 1 kilometer dengan lebar jalan 6 meter.
Kemudian pembangunan plat dekker sebanyak lima unit berukuran 1 meter x 6 meter, pembangunan dua unit jembatan ukuran 10 meter x 5,5 meter dan pembuatan MCK sebanyak dua unit.
“Seluruh anggaran ini akan kita gunakan untuk kegiatan fisik maupun non fisik selama berlangsungnya kegiatan TMMD. Khusus untuk kegiatan non fisik, akan dilakukan sejumlah penyuluhan seperti penyuluhan hukum, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan pertanian, dan penyuluhan kesehatan,” katanya.
Kegiatan TMMD ini ditargetkan dapat mewujudkan pengembangan suatu wilayah atau desa. Program ini akan dilaksanakan selama satu bulan penuh atau sejak 2 hingga 31 Maret 2021.
Kedepannya, agar program membangun desa tersebut dapat diselesaikan sesuai target pihaknya mengusulkan agar pelaksanaan program mulai dilakukan pada triwulan kedua atau pada Juni setiap tahunnya. Hal ini untuk menghindari masuknya musim penghujan yang dapat menghambat pengerjaan fisik dari program tersebut.
“Desember hingga Maret itukan musim hujan. Makanya kita usulkan agar dilakukan bukan di musim hujan, kita sudah usulkan. Agar tahun depan pelaksanaan program TMMD ini berjalan sesuai target kita,” tutupnya. (Rhany)
