0%
logo header
Sabtu, 25 Desember 2021 19:06

Ranperda Perlindungan Perawat Tak Bisa Disahkan, Wakil Ketua DPRD Lutra Ungkapkan Kekecewaan

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin. (Dok. Pribadi)
Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin. (Dok. Pribadi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU UTARA — Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD untuk Perlindungan Perawat di Kabupaten Luwu Utara tidak bisa disahkan menjadi Paraturan Daerah (Perda).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin melontarkan perasaan kecewanya saat usai mengikuti Rapat Paripurna terkait penetapan Ranperda tersebut pada Jum’at tanggal 24 Desember 2021 malam di Kantor DPRD Luwu Utara.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Luwu Utara itu mengatakan jika memang Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga Perawat ini tak bisa diperdakan, kenapa harus sampai ke tingkat Pansus.

Baca Juga : Siswi Asal Luwu Utara Wakili Sulsel di Paskibraka Nasional 2022, Wakil Ketua DPRD Harap Diberi Perhatian Khusus

“Untuk pembahasan Ranperda Perlindungan Perawat ini kita sudah menghabiskan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, seharusnya dilakukan sinkronisasi dari awal di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Luwu Utara,” beber Karemuddin kepada wartawan di Ruang kerjanya, Jum’at (24/12/2021) malam kemarin.

Menurutnya, kalau dianggap tidak bisa jadikan Perda, itu mestinya sudah diidentifikasi pada saat sinkronisasi di Bapemperda.

“Ngapain harus dipaksakan ke Pansus habiskan Anggaran Ratusan Juta (Rupiah) kalau hasilnya sepert itu,” keluhnya.

Baca Juga : Manjakan Lidah, Ketua Umum IKA-Rektor Unhas Ketagihan Bubur Ayam dan Nasi Kuning The Icon

“Apa memang sebelumnya tidak ada Koordinasi ke Biro Hukum Pemda sebagai bagian dari Bapemperda. Ini inisiatif kita (DPRD) loh, Legislatif bukan Eksekutif, apa memang tidak disinkronkan kemarin?, kenapa tidak ditolak saat diusulkan bahwa Perda ini tidak usah dilanjutkan, sampai ke Pansus pula, kan konyol namanya,” tegasnya.

“Pentingkah tenaga perawat itu untuk dilindungi?, jawabannya sangat penting, karena ada beberapa Pekerjaan dan Tanggungjawab Dokter yang harus diambil alih atau didelegasikan ke Perawat pada saat lakukan pelayanan kesehatan,” katanya.

“Saya kecewa, oleh karena itu kami dari Fraksi PAN meminta ini untuk diperbaiki ulang, itu rekomendasi saya kepada pimpinan. Jangan sudah habiskan Anggaran besar dan mati ditengah jalan dan menghabiskan anggaran begitu banyak lantas diabaikan begitu saja,” kuncinya.

Penulis : Asri Widya
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646