REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUKAR — Kelurahan Loa Ipuh, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah berupaya menghidupkan kembali sektor pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Dengan masih banyaknya lahan tidur di pemukiman dan area pertanian, pemerintah setempat kini menjadikan revitalisasi pertanian sebagai program prioritas dalam pembangunan daerah.
Lurah Loa Ipuh, Eri Suparjan, menegaskan bahwa upaya ini telah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejumlah infrastruktur pertanian, seperti saluran irigasi dan sarana penunjang lainnya, mulai dibenahi guna menunjang produktivitas lahan yang selama ini tidak tergarap.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari total lahan persawahan dan perkebunan di Kelurahan Loa Ipuh belum dimanfaatkan secara optimal. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hektare merupakan lahan tidur yang berpotensi dikembangkan menjadi lahan produktif.
“Kita ingin menghidupkan kembali pertanian yang selama ini masih banyak lahannya yang tidur, Alhamdulillah, kita mendapat support dari Kabupaten, ada beberapa saluran irigasi dan sarana penunjang lainnya yang sudah dibantu. Insya Allah, mulai tahun ini kita akan bergerak kembali,” ujarnya, Sabtu (15/03/2025).
Menurutnya, revitalisasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal. Dengan semakin banyaknya lahan yang dioptimalkan, diharapkan produksi pangan dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian petani.
Revitalisasi pertanian di Loa Ipuh telah masuk dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai salah satu program prioritas. Dari total 69 usulan program yang diajukan dalam forum tersebut, sebagian besar diarahkan untuk pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Program ini menjadi bagian dari Musrenbang kita. Kita sudah mengajukan 69 usulan program yang berfokus pada pertanian dan infrastruktur pendukungnya. Harapannya, program ini bisa terealisasi dan membawa manfaat bagi petani,” jelas Eri Suparjan.
Salah satu fokus utama dalam program ini adalah pembangunan dan perbaikan saluran irigasi. Air menjadi faktor krusial dalam pertanian, dan banyak lahan tidur di Loa Ipuh tidak tergarap akibat kurangnya akses air yang memadai. Dengan adanya dukungan infrastruktur ini, petani diharapkan dapat kembali menggarap sawah dan kebun mereka.
Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, petani, dan masyarakat, langkah revitalisasi ini diyakini dapat menjadi solusi bagi permasalahan lahan tidur sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di Loa Ipuh.
“Kita punya sarana, kita punya potensi, dan insya Allah ke depannya potensi itu yang akan kita kembangkan. Mari kita bersama-sama menggerakkan kembali pertanian di Loa Ipuh agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
