REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sekolah Islam Athirah Makassar terus berkomitmen dalam menjadi lembaga pendidikan unggulan dengan terus melahirkan siswa-siswi yang terampil dan cerdas.
Hal ini tentunya didukung dari sarana dan prasarana pendidikan yang disiapkan dengan lengkap pada seluruh jenjang pendidikan yang ada. Mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui fasilitas Baby House, hingga jenjang sekolah menengah atas (SMA).
“Hari ini kami ingin memperkenalkan kemajuan Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar saat ini. Baik dalam hal kurikulumnya, hingga sarana dan prasarana yang kami berlakukan saat ini,” kata Direktur Sekolah Islam Makassar Athirah Syamril di sela-sela COO Talks & Media Visit Sekolah Islam Athirah Makassar, Rabu, (27/09/2023).
Menurutnya, dalam pengenalan sarana dan prasarana yang ada di Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar, pihak manajemen memperkenalkan seluruh fasilitas yang ada.
Mulai dari fasilitas Baby House Sekolah Islam Athirah yang diperkenalkan manejemen sebagai tempat penitipan anak mulai usia 3 bulan hingga 3 tahun. Pada fasilitas penitipan anak ini dikelola dengan sistem berbeda, dimana disiapkan kurikulum khusus yang sesuai rujukan Kemendikbud RI.
Sistem pembayaran pada fasilitas Baby House Sekolah Islam Athirah ini ditawarkan dengan model pembayaran biaya tahunan atau yang menjadi uang pangkal sebesar Rp4 juga per tahun. Sementara untuk biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dikenakan Rp2,1 juta per bulannya.
Pembinaan di Baby House Sekolah Islam Athirah Makassar ini dipastikan dilakukan dengan pendidik-pendidik profesional yang paham terkait proses mendidik anak-anak usia dini.
Selanjutnya, di Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar juga berdiri sekolah jenjang taman kanak-kanak (TK). Di lembaga TK tersebut disiapkan menjadi sekolah yang menyenangkan bagi siswa-siswi. Mulai dari sistem kelas yang didesain menarik, hingga sarana lainnya.
Tak hanya itu manajemen Sekolah Islam Athirah Kajaolalido juga memperkenalkan fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Dalam UKS tersebut memberikan pelayanan kesehatan beragam.
Mulai dari memberikan penyuluhan kesehatan kepada siswa-siswi di seluruh jenjang yang ada terkait pola hidup sehat, hingga melakukan penjaringan atau pemeriksaan kesehatan kepada siswa-siswi yang dilakukan setiap semester. Mulai dari tinggi dan berat badan, kesehatan mata, telinga dan lainnya.
Di dalam UKS Sekolah Islam Athirah Kajaolalido ini juga dilengkapi dengan tiga fasilitas tempat tidur, alat kesehatan dan obat-obat lainnya. Tujuannya untuk memberikan pertolongan pertama kepada siswa-siswi yang mengalami cidera atau sakit.
Di Media Visit ini manajemen Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar juga memperkenalkan fasilitas perpustakaan yang tersedia. Di mana ada dua perpustakaan yakni khusus untuk siswa SD, dan perpustakaan khusus siswa SMP dan SMA.
Pustakawan Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar Hamsinah menerangkan, di Perpustakaan SMP – SMA ini menyediakan sekitar 10 ribu koleksi buku. Dimana terbagi dalam koleksi buku fiksi, umum, dan non fiksi.
“Di perpustakaan ini siswa bisa baca buku dan pinjam buku. Jenis buku yang banyak dipinjam memang buku pelajaran maupun non fiksi,” terangnya.
Dalam melengkapi jumlah koleksi buku yang ada setiap tahunnya pihak sekolah melakukan pengadaan buku. Kemudian pada tahun ini sekitar 300 buku yang menjadi pengadaan di perpustakaan.
“Untuk jumlah kunjungan perpustakaan ini per harinya ada sekitar 100 siswa. Mereka ada dari siswa SMP, ada juga dari SMA,” terangnya.
Kemudian, dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan fasilitas sarana dan prasarana yang ada di jenjang Sekolah Dasar (SD). Di tingkat SD, Sekolah Islam Athirah Kajaolalido menyediakan sejumlah kelas khusus diluar dari kelas regular yang ada.
“Kita disini ada kelas khusus Inggris, kelas Tahfiz, dan kelas reguler,” terang Kepala SD Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar Hasan.
Hasan mengungkapkan, untuk fasilitas proses pembelajarannya, saat ini pihaknya mulai mendesain sistem pembelajaran berbasis digital. Dimana proses pembelajarannya dilakukan melalui penggunaan LCD di seluruh kelas.
Lanjut Hasan, khusus di Kelas Inggris disiapkan sebanyak dua kelas dengan masing-masing kelas diisi sekitar 26 siswa. Pada Kelas Inggris ini terdapat di seluruh tingkatan kelas yakni mulai kelas 1 hingga 6 SD.
“Proses atau model pembelajaran yang kita terapkan di Kelas Inggris ini adalah model yang menyenangkan. Dalam kelas penggunaan bahasa inggris diwajibkan saat berkomunikasi antara guru dan siswa,” terangnya.
Kemudian kata Hasan, khusus Kelas Tahfiz saat ini baru disiapkan pada dua tingkatan yakni Kelas 1 dan 2. Pasalnya Kelas Tahfiz tersebut baru berjalan dalam dua tahun terakhir. Di Kelas Tahfiz ini siswa menerima pola pembelajaran mulai dari membaca tajwid, menghafal, dan belajar kurikulum reguler sesuai dengan rujukan Kurikulum Merdeka Kemendikbud.
“Saat ini kami ada 638 siswa yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6,” katanya.
Pada Media Visit Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar ini juga dimeriahkan dengan penampilan tarian dari Tim Ekskul Tari dari jenjang SMP dan SMA. Pada penampilan Tari Kreasi Nusantara dibawakan oleh sejumlah siswa-siswi SMA, kemudian pada Tari Keasi Toraja Tomangla dibawakan oleh siswa SMP.
