Republiknews.co.id

SPIDI dan SADIQ Wisuda Ratusan Santri, Dihadiri Jusuf Kalla dan Pangdam XIV Hasanuddin

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muh. Jusuf Kalla saat memberikan motivasi kepada ratusan wisudawan pada Wisuda Siswa-Siswi TAUD SD SADIQ, SMP-SMA IT & Tahfidzul QUR'AN SPIDI, di Mini Teater Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar, Sabtu (03/06). (Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) kembali mewisuda ratusan santrinya. Mereka terdiri dari 106 wisudawan SPIDI dan 14 wisudawan SADIQ.

Pada pelaksanaan wisudawan kali ini sedikit berbeda dari biasanya, sebab sejumlah tokoh terlihat hadir. Antara lain, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Muh. Jusuf Kalla, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Totok Imam Santoso, dan Bupati Kabupaten Maros Haidir.

Dalam kesempatan tersebut Muh. Jusuf Kalla mengatakan, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mendatangkan ilmu. Sebab, ilmu menjadi fondasi kuat untuk menciptakan teknologi.

“Itulah pentingnya berilmu dan berpendidikan. Mudah-mudahan generasi kita akan makin baik ke depan. Karena, ilmu dan semangat tidak ada apa-apanya tanpa kerja keras,” ungkapnya di sela-sela kegiatan Wisuda Siswa-Siswi TAUD SD SADIQ, SMP-SMA IT & Tahfidzul QUR’AN SPIDI, di Mini Teater Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar, Sabtu (03/06/2023).

Lanjut Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, perempuan berperan besar dalam kemajuan suatu bangsa. Namun, dalam hal tersebut perempuan itu haruslah memiliki ilmu. JK mencontohkan sosok Siti Khadijah.

Ia melanjutkan, pelajar dengan status santriwati memiliki kelebihan yaitu bisa mendapatkan pendidikan umum dan agama sekaligus. Menurutnya, hal itu bisa menggabungkan dua tujuan yaitu dunia dan akhirat.

“Ada ungkapan seperti ini, tanpa ilmu, akan gelap. Tapi tanpa agama, dunia akan mati. Sehingga, dua hal itu jika digabung maka akan terang dan hidup,” kata JK.

Sementara, dalam kegiatan yang mengangkat tema “Smart dan Qur’ani, Dunia Akhirat dalam Genggaman” ini, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Totok Imam Santoso juga hadir memberikan kuliah umum bertajuk “Pentingnya Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Generasi Muda”.

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap beberapa hal kepada para siswa-siswi yang di wisuda. Pertama, jadilah putra-putri yang bisa dibanggakan oleh orangtua, guru, bangsa dan negara.

“Kemudian menjadi contoh dalam pola pikir, pola ucap, pola tindak dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, tuntutlah ilmu setinggi mungkin dan imbangi dengan karakter dan moral yang kuat. Kemudian, pendidikan adalah modal utama untuk maju, bahkan termasuk ada dalam Alquran.

“Kemudian, menjalin kebersamaan jangan berpikir egois dan jadilah generasi muda yang cerdas, profesional, adaptif, dan capable sebagai aset bangsa dan negara,” terang Pangdam.

Di tempat yang sama Dewan Pembina SPIDI Muzayyin Arif menaruh harapan besar kepada para wisudawan agar dapat memberikan hal-hal positif bagi masyarakat. Apalagi, generasi muda saat ini harus turut berkontribusi dalam kemajuan negara Indonesia. Terutama dalam mendorong pendidikan berbasis agama.

“Jika kita cinta pada negara, mari sama-sama kita tunjukkan dan buktikan kontribusi kita. Mendorong pendidikan agar lebih maju. Tanggung jawab itu ada di pundak kita, di pundak anak-anak dan generasi penerus kita,” ungkap Muzayyin dalam sambutannya.

Menanamkan karakter cerdas dan berjiwa qurani menjadi poin penting. Apalagi saat ini dinilai pendidikan agama masih dipandang sebagai pendidikan alternatif.

Olehnya itu, lanjutnya lagi, sudah menjadi tugas bersama untuk menjadikan pendidikan agama sebagai pendidikan yang utama.

“Itulah yang kami terus dorong dalam lingkup pendidikan di SPIDI dan SADIQ. Kita terus menjalankan program transformasi untuk mengantar pendidikan kita menjadi rujukan masyarakat,” jelas Muzayyin.

Wisuda SPIDI-SADIQ juga dihadiri oleh Pembina Pesantren Darul Istiqamah, KH. M. Arif Marzuki.

Exit mobile version