Republiknews.co.id

Tahun 2018, Perekonomian Sulsel Tumbuh 7,07 Persen

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Trend positif dialami oleh perekonomian Sulawesi Selatan tahun 2018, yang tumbuh sebesar 7,07 persen. Pertumbuhan itu
terjadi pada seluruh sektor usaha.

Lapangan usaha yang mengalami
pertumbuhan tertinggi yakni jasa layanan sebesar 13,13 persen. Diikuti oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,71 persen. Serta Informasi dan Komunikasi sebesar 11,99 persen.

Struktur perekonomian Sulawesi Selatan menurut lapangan usaha tahun 2018 masih didominasi oleh empat lapangan usaha yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 22,50 persen.

“Kemudian perdagangan besar dan eceran seperti reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,37 persen, lalu Konstruksi sebesar 13,54 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 12,86 persen),”ungkap Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Didik Nursetyohadi, Rabu (06/02/2019).

Apabila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2018, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor memiliki sumber pertumbuhan
tertinggi sebesar 1,69 persen.

“Diikuti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,13 persen. Konstruksi sebesar 1,04 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 0,78 persen, serta Jasa pendidikan sebesar 0,53 persen,”lanjutnya.

Sedangkan ekonomi Sulsel pada triwulan IV tahun 2018, mengalami kontraksi 4,77 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini disebabkan, kata Didit, faktor musiman beberapa komoditas pertanian serta produksi perikanan yang mengalami penurunan.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan selama Tahun 2018 dibanding dengan tahun sebelumnya, terjadi pada semua komponen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 15,67 persen.

“Disusul Komponen Ekspor barang dan jasa sebesar 13,02 persen. Dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar
6,79 persen,” jelasnya.

(Syaiful)

Exit mobile version