REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Proses pergantian antar waktu (PAW) kursi DPR RI milik Partai NasDem yang ditinggalkan Rusdi Masse (RMS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel III ramai diperbincangkan belakangan ini. Hal tersebut setelah RMS memilih meninggalkan NasDem dan berlabuh di Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif pun merespons hal tersebut. Menurutnya, dirinya telah berkonsultasi dengan DPP NasDem terkait mekanisme PAW tersebut.
“Kami telah berkonsultasi dengan DPP dua minggu lalu. DPP menunggu hasil rapat konsolidasi (NasDem Sulsel),” kata Syahar saat ditemui di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (13/2/2026).
Sekadar diketahui, DPW NasDem Sulsel menggelar rapat konsolidasi di Hotel Claro, Makassar, Jumat (13/2/2026). Rapat konsolidasi tersebut diikuti oleh pengurus DPW, 24 DPD dan anggota DPRD Fraksi NasDem se Sulawesi Selatan.
Menurut Syahar, secara konstitusi, calon pengganti RMS akan mempertimbangkan perolehan suara pada Pemilu Legislatif 2024 lalu. Namun, sejumlah nama disebut tidak lagi memenuhi syarat.
“Secara konstitusi, Kakak RMS berada pada urutan kedua. Disusul urutan ketiga yang pernah mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Palopo. Calon nomor empat telah mengajukan surat pengunduran diri. Maka DPP akan mempertimbangkan calon nomor lima, enam, dan tujuh,” katanya.
Menurut Syahar, hasil rapat konsolidasi DPW NasDem Sulsel akan dilaporkan ke DPP untuk diputuskan. Penentuan calon PAW akan mempertimbangkan aspek konstitusional dan loyalitas kader.
“Insyaallah keputusan akan selesai pada Februari ini,” singkatnya.
RMS sendiri diketahui sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPW NasDem Sulsel dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi NasDem. Ia memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data resmi KPU pada Pileg 2024, Partai NasDem di Dapil Sulsel III memperoleh 389.947 suara sah. NasDem meloloskan dua kadernya ke DPR RI, yakni Rusdi Masse dengan 161.301 suara dan Eva Stevany Rataba dengan 73.910 suara yang masih aktif menjabat.
Sementara itu, Putri Dakka meraih 53.700 suara, disusul Andi Aslam Patonangi 43.580 suara, Hayarna Hakim 29.162 suara, M Judas Amir 12.669 suara, dan Nicodemus Biringkanae 4.908 suara. (*)
