PAREPARE, REPUBLIKNEWS.CO.ID — Sekitar pukul 23.00 Wita, pada malam hari kemarin (5/03) ada kejadian di sekitar area Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Parepare. Tembok pembatas sekolah tersebut roboh tiba-tiba dan menimpa rumah warga yang berada di sekitarnya.
Kejadian ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil, yang disebabkan oleh sumbatan got di pekarangan belakang sekolah. Akibatnya, aliran air tergenang dan menggerus pondasi pagar pembatas sekolah hingga akhirnya roboh.
Hal itu katakan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parepare, Erick yang turun berserta tim BPBD untuk melakukan evakuasi. Kata Erik, langkah tanggap pun segera diambil oleh pihak berwenang.
“Bersama instansi terkait, tim pembersihan material segera bergerak untuk membersihkan reruntuhan yang menimpa dinding rumah warga. Bantuan logistik juga telah disalurkan kepada korban yang terdampak akibat insiden ini,”
Namun, perbaikan tidak berhenti sampai di situ. Erik menambahkan, kerusakan yang dialami oleh satu sisi dinding bagian belakang dan atap rumah warga masih memerlukan penilaian lebih lanjut.
“Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi akan melakukan validasi untuk menentukan jenis bantuan material yang dibutuhkan guna memperbaiki kerusakan tersebut,” tambahnya.
Menurut Erick, potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih dapat terjadi sesuai dengan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.
Pihak BPBD Parepare juga siap memberikan bantuan dan koordinasi dalam rangka penanganan bencana, serta terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (*)
