0%
logo header
Rabu, 05 Januari 2022 07:57

Terima Kepala BP2MI, Kapolri Tekankan Pentingnya Perlindungan dan Pencegahan Penyelundupan PMI

Kepala BP2MI Benny Rhamdani, saat Audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (04/01/2022).
Kepala BP2MI Benny Rhamdani, saat Audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (04/01/2022).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menggelar audiensi dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Mereka membahas seputaran perlindungan dan pencegahan penyelundupan ilegal terhadap Pekerja Migram Indonesia (PMI).

Dalam kesempatan tersebut, salah satu yang dibahas adalah soal peristiwa tenggelamnya kapal yang diduga mengangkut PMI ilegal di perairan Malaysia. Sigit pun memaparkan sejumlah upaya dan langkah yang dilakukan Polri terkait dengan kejadian yang menimpa WNI tersebut.

Baca Juga : Manjakan Lidah, Ketua Umum IKA-Rektor Unhas Ketagihan Bubur Ayam dan Nasi Kuning The Icon

“Terhadap peristiwa tersebut, Polri telah melakukan berbagai upaya,” kata Sigit dalam audiensi tersebut, Selasa (04/01/2022).

Dalam hal itu, mantan Kapolda Banten tersebut menuturkan bahwa, langkah yang dilakukan Polri diantaranya adalah, membentuk Satgas misi kemanusiaan Internasional.

Korps Bhayangkara juga terus melakukan upaya untuk pemulangan para WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga : Segarkan Birokrasinya, Bupati Buteng Rotasi 12 Pejabat Eselon II

Diketahui, 11 WNI yang menjadi korban telah dikembalikan ke Indonesia pada 23 Desember 2021 lalu.

Sementara, untuk hari ini, setidaknya akan ada delapan jenazah lagi yang dibawa kembali ke Indonesia.

“Berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia, Kemlu RI, dan BP2MI dalam hal repatriasi atau pemulangan 11 jenazah ke Indonesia. Polri juga telah berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dalam hal perizinan memasuki wilayah Malaysia terhadap dua Kapal Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk membawa jenazah kembali ke Indonesia,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Baca Juga : Bupati Buteng Tetapkan Khatmil Qur’an Dilaksanakan Setiap Tahun

Juga berkoordinasi dengan jabatan Forensik dan DVI Malaysia serta pihak Rumah Sakit (RS) Sultan Ismail Johor Baru dalam hal pemeriksaan sidik jari dan antemortem 3 jenazah lainnya yang masih berada di Johor Bahru Malaysia.

Lalu, berkoordinasi dengan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Negeri Johor untuk melakukan interview terhadap korban yang selamat.

Tak hanya itu, dalam hal ini, 13 PMI diduga ilegal yang diamankan otoritas Malaysia, juga bakal diberikan bantuan hukum.

Baca Juga : Pimpin Upacara Harkitnas di Buteng, Bupati Samahuddin Memohon Maaf

“Polri melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku penyelundupan PMI ilegal ke Malaysia. Dan menutup Pelabuhan Gentong, Bintan, Kepri yang diduga menjadi tempat pengiriman PMI ilegal di wilayah Malaysia,” jelas Sigit.

Sigit memastikan, Polri akan melakukan proses penyidikan berkaitan dengan tindak pidana perlindungan pekerja migran Indonesia menyusul terjadinya peristiwa tenggelamnya kapal di perairan Malaysia tersebut.

Disisi lain, Sigit menekankan, Polri akan siap mendukung upaya dari BP2MI dalam memberikan perlindungan terhadap PMI.

Baca Juga : Pimpin Upacara Harkitnas di Buteng, Bupati Samahuddin Memohon Maaf

Oleh karena itu, Sigit meminta kepada seluruh jajarannya untuk bersinergi dengan BP2MI dalam hal memberikan perlindungan dan pencegahan penyelundupan PMI ke luar negeri.

Upaya tersebut, kata Sigit, merupakan wujud dari kehadiran negara yang memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Harus betul-betul ada kepastian negara untuk melindungi mereka. Perlu adanya pendampingan kepada PMI yang bermasalah dengan hukum. Bagi titik-titik yang belum terdapat Polri, diadakan perwakilan-perwakilan disana,” tegas Sigit.

Baca Juga : Pimpin Upacara Harkitnas di Buteng, Bupati Samahuddin Memohon Maaf

Lebih dalam, Sigit menjelaskan, kepada WNI yang ingin menjadi PMI, memang diperlukan pelatihan untuk mendapatkan keterampilan khusus ketika bekerja di luar negeri. Menurutnya, pendidikan dasar itu dapat mencegah terjadinya potensi kekerasan atau tindakan lainnya yang tidak diinginkan terhadap PMI.

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah bergerak cepat dalam upaya perlindungan PMI pasca-peristiwa tenggelamnya kapal di perairan Malaysia.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi respon Polisi sangat cepat atas penanganan di Johor Bahru,” jelas Benny.

Baca Juga : Pimpin Upacara Harkitnas di Buteng, Bupati Samahuddin Memohon Maaf

Menurut Benny, respon cepat dari Polri iti mencerminkan hadirnya Negara terhadap masalah ini.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646