Republiknews.co.id

Tersinggung Diejek Karena Kehabisan Chip Saat Main Game Higgs Domino, Pria di Gowa Nekat Bakar Dirinya Sendiri

Daeng Lola (50) tahun, terbaring lemah di Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa karena luka bakar yang ia derita.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Seorang Pria yang diketahui bernama Daeng Lola (50) tahun, Warga Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terbaring di Rumah Sakit Syekh Yusuf, akibat luka bakar yang ia alami.

Dari keterangan korba, Ia nekat membakar dirinya sendiri lantaran tersinggung ucapan kakaknya yang menyuruh dirinya melempar Handphone karena kehabisan chip akibat kalah main game Higgs Domino.

“Saya yang bakar diri saya sendiri, karena tersinggung sama kakak saya yang menyuruh membanting hp karena kehabisan chip akibat kalah main game Higgs Domino,” ungkap Daeng Lola Sambil terbaring di Ruang perawatan RS Syekh Yusuf Sabtu (26/02/2022).

Daeng Lola juga menceritakan, jika awalnya dia menang main game, namun sang kakak memintanya untuk menjual chipnya supaya bisa membeli makanan dan rokok.

Namun korban mengabaikan perintah sang kakak, dengan mengatakan, nanti saja menjualnya, biarkan banyak dulu.

Dengan harapan bisa menang, korban justru main terus. Bukannya menang, korban justru kalah, hingga chipnya habis.

“Waktu chip saya habis, kakak saya menyuruh membanting hp saya, disitulah saya pergi membeli bensin dan membakar diri saya,” jelasnya.

Sementara itu, Petugas Tagana di Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Muhammad Ramli, yang mendampingi perawatan korban membenarkan kejadian tersebut, jika Korba memang membakar dirinya karena kehabisan chip akibat kalah main game.

Ia menjelaskan, jika kejadian itu terjadi pada hari Kamis lalu. Akibat dari membakar dirinya, korban mengalami luka bakar di kedua tangan, dan dikedua lututnya.

“Kalau Luka bakarnya, saya lihat ada di kedua tangan sama kedua lututnya,” kata Ramli.

Selain memberikan pendampingan di rumah sakit, Dinas Sosial juga memberikan selimut, makanan dan pakaian kepada korban.

“Tadi itu korban kedinginan, jadi kami bawakan selimut,  juga memberikan makanan dan pakaian,” tutupnya. (*)

Exit mobile version