Tidak Ikut Kunjungan ke Soppeng dan Wajo, Kadis Kominfo Luwu Timur Diduga Cairkan SPPD Fiktif

  • Bagikan
Surat Pencairan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Luwu Timur.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU TIMUR– Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Luwu Timur , Masdin diduga mencairkan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif.

Dugaan pencairan dana SPPD fiktif tersebut saat agenda kunjungan ke Kabupaten Soppeng dan Wajo pada tanggal 9-17 Agustus lalu terkait dengan Peraturan Daerah (Perda) retribusi pengendalian dan pengawasan menara provider.

Berdasarkan informasi yang di peroleh, Kadis Kominfo, Masdin diduga tidak ikut dalam agenda kunjungan tersebut yang diikuti oleh Wakil Ketua II DPRD Luwu Kabupaten Timur, Usman Sadik, Anggota DPRD I Made Sariana dan KH. Suardi dan beberapa perwakilan dari Dinas Kominfo Kabupaten Luwu Timur.

Berdasarkan pengakuan Anggota DPRD I Made Sariana, Masdin tidak ada di ruangan saat pertemuan di Soppeng dan Wajo.

Meski tidak hadir dalam kunjungan itu, Kadis Kominfo, Masdin mencairkan dana SPPD yang diduga fiktif dalam agenda kunjungan ke Kabupaten Wajo dan Soppeng.

Data yang diperoleh wartawan bahwa Kadis Kominfo, Masdin telah mencairkan dana SPPD yang diduga fiktif tersebut, senilai sebesar Rp. 4,600.000 per tanggal 23 Agustus 2021.

Sementara berdasarkan hasil penelusuran, beberapa dokumentasi kunjungan kerja ke Kabupaten Soppeng dan Wajo, Kadis Kominfo, Masdin tidak ada dalam dokumentasi tersebut.

Kunjungan kerja terkait dengan Peraturan Daerah (Perda) retribusi pengendalian dan pengawasan menara provider ke Kabupaten Soppeng dan Wajo itu berdasarkan surat tugas yang dikeluarkan oleh Asisten Pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Dhori As’ari yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kominfo Kabupatn Luwu Timur, Masdin beserta seorang sopir.

Sementara itu, Kadis Kominfo, Masdin, saat melakukan konferensi pers diruang kerjanya, Kamis (25/11/2021) tidak membenarkan hal tersebut.

“Tidak ada itu SPPD fiktif, memang saya tidak kesana tapi waktu itu karna saya pikir ada tugas waktu saya di hearing di DPRD terkait dengan daerah blankspot di Masiku dan ada beberapa desa di Luwu Timur sehingga saya memang tidak kesana saya ke Parepare konsultasi jadi tidak ada fiktif dan pertanggungjawabannya memang ke Parepare,” ucap Masdin.

Saat ditanya terkait surat pertanggung jawaban anggaran yang diduga telah dicairkan saat ke Kabupaten Wajo dengan Soppeng yang telah ditandatangani dan distempel oleh PPK, Kadis Kominfo, Masdin menjawab itu tidak cair.

Untuk diketahui Kadis Kominfo Masdin melakukan kunjungan ke Kota Parepare tanggal 21-26 Agustus 2021 sedangkan kunjungan ke Kabupaten Wajo dan Soppeng tanggal 9-17 Agustus 2021 yang tidak dihadiri berdasarkan bukti pencairan dana SPPD yang diduga fiktif. (Asril)

  • Bagikan