REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Insyirah, di Watampone, Kabupaten Bone menggelar aksi penolakan Valentines Day.
Penolakan ini dilakukan dengan cara mengajak wanita Gerakan Menutup Aurat (GEMAR), Selasa (12/02/2019).
Aksi mereka berlangusung, di Jalan Ahmad Yani kemudian berjalan ke Lapangan Merdeka Jalan Petta Ponggawae, sambil berorasi membawa spaduk bertulisan menolak untuk merayakan Valentines Day.
Selain itu, aksi penolakan Valentines Day ini, mahasiswi dari berbagai kampus di Bone ini juga membagi bagikan hijab kepada pengguna jalan, khusus perempuan yang berhenti di lampu jalan.
Koordinator Syiar LDK Al Insyirah Bone, Novi mengatakan, aksi GEMAR selain sebagai langkah berdakwah, mengajak setiap muslimah, untuk berkesadaran ibadah kepada Allah Swt, aksi juga sebagai bentuk penolakan terhadap valentine day.
Menurutnya, perayaan valentine tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, hari dimana kaum muda-mudi yang belum halal saling menumpahkan rasa kasih sayang (rentan kesetanan) melalui wujud saling tukar kado, coklat, bunga, atau saling bertemu berdua-berduaan.
“Oleh karenanya itu, kami Lembaga Dakwah Kampus menolak kegiatan ini. Menggunakan Hijab lebih bermanfaat untuk kaum wanita dibandingkan merayakan valentine,” katanya.
Lanjut dia menegaskan, menyuarakan Gerakan Menutup Aurat adalah jauh lebih positif dan untuk menggantikan hari tersebut sebagai hari hijab. Karena itu, juga bisa menjadikan kaum hawa di Bone lebih baik dan terjaga kemuliaanya dengan mengenakan hijab karena Allah Swt.
“Sesuai dengan hastag kita #Bone_Berhijrah, dari pada melakukan kegiatan yang sudah jelas bisa menjadi dosa besar yaitu zina, maka lebih baik berbuat baik dengan berjamaah melalui aksi nyata Gerakan Menutup Aurat,” pungkasnya.
