REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Gowa membentuk Kader Pro Sehat Kendali Covid-19.
Itu dalam rangka mendorong terbentuknya adaptasi kebiasaan baru (AKB) di lingkungan masyarakat.
Hal ini seiring dengan penularan Covid-19 yang masih meluas di masyarakat, termasuk sejak menyebarnya varian baru Omicron.
Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Gowa Mussadiyah Rauf mengatakan, lewat kader ini akan membentuk pemerintah dalam mendorong percepatan cakupan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.
Selain itu juga untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan perilaku sehat sesuai dengan standar protokol kesehatan.
“Kami menilai menilai bahwa AKB di masyarakat yaitu dengan perilaku hidup sehat sesuai dengan standar protokol kesehatan sangat dibutuhkan. Apalagi di tengah penularan Omicron yang semakin meluas ini,” katanya usai mengikuti pembekalan dalam rangka Mendukung Pencegahan Covid-19 serta Mendorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 untuk Mewujudkan Herd Immunity Masyarakat Indonesia secara virtual, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (08/02/2022).
Dengan hadirnya pada Kader Pro Sehat ini dapat merubah budaya kebiasaan hidup sehat di tengah-tengah masyarakat. Terutama disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan atau 3M, seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.
Mussadiyah Rauf menyebutkan, Kader Pro Sehat Kendali Covid-19 ini terdiri dari 50 ketua TP PKK. Baik di tingkat desa, maupun kelurahan.
Sementara, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto mengatakan, perubahan perilaku masyarakat hingga saat ini masih menjadi pencegahan dari hulu yang paling efektif dan termudah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
“Kerjasama yang kuat dari semua pihak, khususnya peran kader PKK dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat tentu masih sangat dibutuhkan. Perubahan perilaku merupakan upaya membangun normal sosial perilaku adaptif masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Lanjut, kelompok terkecil di masyarakat yang berperan penting dalam mendorong perubahan perilaku adalah keluarga. Olehnya, setiap anggota keluarga khususnya ayah dan ibu diharapkan dapat manjadi teladan bagi anggota lain khususnya menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.
“Bergabungnya PKK sebagai duta perubahan perilaku diharapkan dapat menjaga status kesehatan masyarakat dan membawa kita bersama menuju Indonesia bebas pandemi, Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh,” harapannya.
Selain itu dirinya berharap kepada seluruh kader PKK untuk tetap semangat dan terus mendukung upaya pemerintah melakukan upaya penanganan Covid-19. Dirinya yakin, Indonesia adalah bangsa yang besar akan mampu melewati pandemi Covid-19 ini.
“Teruslah bersemangat mengedukasi masyarakat dengan bekal pengetahuan yang diterima pada pertemuan ini. Tetaplah optimis kita Indonesia sebagai bangsa yang besar akan mampu mengendalikan Covid-19 ini,” tegasnya.
