0%
logo header
Kamis, 03 Februari 2022 17:02

TP PKK Gowa Turunkan Kader Genjot Vaksinasi Anak

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan (tengah) saat mengikuti Webinar Edukasi Vaksin Anak yang digelar TP PKK Sulawesi Selatan secara virtual, Kamis (3/2/2022). (Istimewa)
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan (tengah) saat mengikuti Webinar Edukasi Vaksin Anak yang digelar TP PKK Sulawesi Selatan secara virtual, Kamis (3/2/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Gowa rencananya akan menurunkan seluruh kader PKK untuk membantu pemerintah dalam menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun.

Kader PKK yang akan diturunkan ini berasal dari seluruh kader di desa, kelurahan hingga kecamatan di kabupaten Gowa, dimana hal ini menjadi perhatian TP PKK Kabupaten Gowa sebagai mitra kerja dari pemerintah.

Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan mengatakan, para kader PKK di desa, kelurahan dan kecamatan ini nantinya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat khususnya orang tua memiliki pemahaman terkait pentingnya mendapatkan vaksinasi Covid-19 untuk anak. Hanya saja sebelum turun ke lapangan, para kader terlebih dahulu diberikan pengetahuan.

Baca Juga : Hadiri PAW Misbahuddin, Adnan: Pemerintah-DPRD Harus Jalin  Kolaborasi

“Kita akan mengumpulkan seluruh Ketua TP PKK mulai dari desa dan kecamatan. Kemudian kita edukasi terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak,” ujarnya usai mengikuti Webinar Edukasi Vaksin Anak yang digelar TP PKK Sulawesi Selatan secara virtual, Kamis (03/02/2022).

Priska Adnan menjelaskan, edukasi ini penting untuk meluruskan berbagai informasi hoax yang beredar di media sosial terkait vaksinasi Covid-19 untuk anak. Sebaran informasi hoax tersebut yang kadang membuat orang tua takut anaknya divaksin.

“Sehingga ketika ada pertanyaan dan kerisauan dan juga berita-berita terkait mengenai vaksin dapat langsung ditanyakan pada edukasi yang kita lakukan nanti. Kami akan mengundang tenaga ahli untuk memberikan jawaban yang pasti, sehingga kita dapat meluruskan segala hoax-hoax yang beredar di media sosial,” ungkapnya.

Baca Juga : PMD Gowa Dorong Peran Kades Maksimalkan Pengelolaan Pemerintahan

Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi dan edukasi ini akan menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan menghadirkan narasumber dr. Aida Juliati yang merupakan salah satu dokter spesialis anak terkemuka di Sulawesi Selatan.

“Disini pemateri akan memberikan tips-tips bagaimana caranya kita sebagai orang tua menghadapi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada anak-anak kita,” lanjutnya.

Meskipun ia menilai terjadinya KIPI pada anak usai vaksin adalah hal yang lumrah. Sebab hal tersebut dikarenakan adanya reaksi dari vaksin tersebut untuk membentuk antibodi pada anak.

Baca Juga : Market Day POS TKIT Afisgo, Jajakan Ragam Makanan dan Minuman Sehat

Olehnya itu dirinya berharap melalui sosialisasi para kader bisa mengetahui apa yang akan dilakukan jika KIPI terjadi pada anak usai Vaksin.

“Melalu kegiatan ini nantinya kita dituntut bisa membedakan yang mana ini KIPI yang bisa dan kita bisa monitor sendiri dan juga KIPI yang harus membutuhkan pertolongan medis atau membutuhkan anak tersebut segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” terangnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina mengatakan, vaksin Covid-19 ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok pada anak-anak. Apalagi menurutnya saat ini sudah mulai dilakukan sekolah tatap muka di sejumlah daerah.

Baca Juga : Integrasi Sistem Digital Didorong Pemkab Gowa Cegah Tindak Pidana Korupsi

“Jadi vaksinasi Covid-19 ini merupakan salah satu upaya kita untuk menentukan kekebalan kelompok masyarakat. Manfaat yang tidak kalah pentingnya adalah kita juga bisa melindungi orang lain apabila kita terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646