Republiknews.co.id

Tutup Situs Bersejarah, Tokoh Pemuda di Sinjai Warning BPCB Sulsel

Tempat Wisata Taman Purbakala Kabupaten Sinjai.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Tokoh pemuda di Sinjai sangat menyesalkan sikap dari Balai Pelesatarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan yang semena-mena menutup tempat situs bersejarah batu pake gojeng.

Tempat situs bersejarah yang menjadi primadona masyarakat Sinjai maupun pengunjung dari daerah luar kabupaten harus berpuasa untuk mengunjungi lokasi tersebut hanya gegara alasan yang tidak jelas.

Dari informasi yang dihimpun, penutupan wisata situs bersejarah itu ditutup sudah hampir 2 pekan lamanya. Bahkan, penyampaian penutupan tersebut hanya secara lisan yang disampaikan ke Dinas Pariwisata Sinjai.

Bukan hanya penyampaian lisan yang disampaikan ke Dinas Pariwisata, pihak Balai Pelesatarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan pun tidak menyampaikan alasan yang jelas penutupan cagar situs bersejarah yang dimiliki pemerintah kabupaten Sinjai.

Awaluddin Adil mengatakan, tidak sepantasnya Balai Pelestarian Cagar Budaya menutup tempat wisata yang menjadi primadona Masyarakat Sinjai. Apalagi, tanpa ada alasan yang jelas.

“Harusnya dari balai mengedepankan etika untuk menyampaikan alasan penutupan batu pake gojeng dan penutupannya juga harus disampaikan secara tertulis agar masyarakat yang ingin mengunjugi situs tersebut tahu penyebab. Bukan menutup seenaknya,” ungkap Awaluddin, Tokoh Pemuda Sinjai, Rabu (29/09/2021).

Apalagi kata Awaluddin, jika terus menerus dilakukan penutupan maka pemerintah kabupaten Sinjai khususnya Dinas Parawisata akan kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Yang pastinya Pemda Sinjai akan kehilangan PAD jika pihak Balai terus menutup wisata situs bersejarah yang dimiliki masyarakat Sinjai,” jelasnya.

Sementara itu, Pihak Balai Pelesatarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan, Ratna enggan memberikan penjelasan terkait penutupan situs wisata batu pake gojeng. Bahkan, untuk mendapat penjelasan wartawan diminta ke kantor BPCB Sulsel.

“Maaf dek, untuk memberikan penjelasan tersebut itu kewenangan bapak Kepala Balai. Jadi kalau mauki info tersebut, silahkan datang ke kantor kami di BPCB Sulsel (Benteng Rotterdam Makassar),” jelasnya.

Namun saat diminta nomor kontak kepala Balai BPCB Sulsel yang dapat dihubungi, pihaknya tetap enggan memberikan nomor kontak.

“Datang saja ke kantor, kami tidak bisa membagikan nomor bapak kepala. Kalau kita ke kantor kami akan terima dengan baik,” kuncinya. (Anto)

Exit mobile version