REPUBLIKNEWS.CO.ID, WAKATOBI — Dinas Pertanian Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN Bappenas), Kementerian Pertanian, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wakatobi, menggelar Workshop dan Bimbingan teknis (Bimtek) kepada sejumlah pelaku ternak di Pesanggarahan Budaya Wangi-wangi, Selasa 25 hingga 26 Oktober.
Forum kemitraan multi pihak (KMP) ini dilanjutkan dengan launching perdana dan rencana aksi pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di Desa Sombu, Kecamatan Wangi-wangi. Usai launching dilakukan demo inseminasi buatan/kawin sunti sebanyak 19 ekor sapi, suntik vitamin, dan anti parasit sebanyak 26 ekor.
Membuka kegiatan ini, Plt Sekda Wakatobi, H. Kamaruddin mewakili Bupati memberikan apresiasinya. Ia menilai forum KMP ini sangat membantu Pemkab Wakatobi khususnya untuk mewujudkan misi ketahanan pangan lokal serta implementasi merdeka pangan Pemkab Wakatobi.
Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional Kementerian PPN/ Bappenas RI, Dr. Ir. wisnu utomo mengaku, forum KMP ini merupakan langkah awal sekaligus menjadi “Pilot Project” di Sultra dalam membangun kerjasama peningkatkan produksi ternak di Wakatobi.
“Wakatobi sebagai kawasan wisata yang masuk sebagai top ten bali baru, tentu harus memiliki ketersediaan stock daging yang berkualitas baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun kebutuhan wisatawan yang akan berkunjung ke wakatobi,” ujarnya.
Sementara itu Kepala BBIB Singosari Kementrian Pertanian RI, Kresno Suharto menjelaskan, pihaknya selalu bekerjasama dengan Bappenas dalam membangun dan meningkatkan produktivitas ternak di pelosok tanah air. Ia berharap Wakatobi jadi salah satu daerah sentra produksi pernak ke depan.
“Kami siap mendukung setiap langkah-langkah strategis yang telah di sepakati bersama dalam point-point rencana aksi multi pihak yang telah di tanda tangani bersama,” tururnya.
Kepala Dinas Pertanian Wakatobi, Tamrin berjanji untuk serius menindaklanjuti kegiatan ini. Kedepannya sambung dia, pihaknya akan membangun koordinasi bersama Bappeda Wakatobi dalam menyusun program strategis terkait upaya menjadikan Wakatobi sebagai salah satu daerah sentra produksi ternak di wilayah Sultra.
“Melalui peningkatkan kualitas dan keterampilan SDM yang handal, terutama bagi calon-calon inseminator, konsep pengembangan peternakan, pembangunan posko-posko inseminasi buatan, budidaya hijauan pakan ternak pada lokasi-lokasi pengembalaan ternak,” tandasnya.
