Republiknews.co.id

Warga Sipil di Gowa Ikut Komandan Cadangan, Adnan Harap Dapat Bertanggungjawab untuk Negara

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, saat menghadiri Pembukaan Latsarmil Komcad 2022 di Lapangan Sapta Marga Rindam XIV/Hasanuddin, Kecamatan Bontomarannu, Senin (30/05/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Sebanyak 47 warga sipil dari Kabupaten Gowa mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komandan Cadangan atau Latsarmil Komcad. Mereka terdiri dari pemerintahan sipil, institusi TNI, insitusi pendidikan, dan masyarakat umum.

Dalam pelatihan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari wilayah Kodam XIV Hasanuddin.

“Saya berharap setelah pelatihan ini mereka dapat memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan juga siap membela bangsa dan negara apabila terjadi gangguan keamanan dan pertahanan di NKRI,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan usai menghadiri Pembukaan Latsarmil Komcad 2022 di Lapangan Sapta Marga Rindam XIV/Hasanuddin, Kecamatan Bontomarannu, Senin (30/05/2022).

Menurut Adnan, kesadaran bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI atau Kementerian Pertahanan saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Salah satu strategi pertahanan negara yang saat ini dilaksanakan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis adalah Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) melalui pembentukan Komponen Cadangan TNI.

Selain itu, pembentukan komandan cadangan ini bertujuan untuk membentuk sebuah satuan baru agar ketika terjadi kekacauan, maka komponen cadangan ini siap membantu TNI dalam menghalau musuh yang mengganggu pertahanan negara.

“Dengan dibentuknya komandan cadangan ini kita tidak akan kekurangan kekuatan angkatan perang jika sewaktu-waktu terjadi gangguan terhadap kedaulatan negara,” terang Adnan.

Komponen cadangan ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021 sebagai salah satu strategi pertahanan rakyat semesta untuk membentuk komandan cadangan yang akan memperkuat komponen utama, yaitu TNI dan Polri.

“Setelah pelatihan selama tiga bulan, komponen cadangan ini bisa dilibatkan sewaktu-waktu dan dapat digunakan apabila ada ancaman dari luar terhadap NKRI,” ujarnya.

Pada Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada calon komandan cadangan yang telah menjadi bagian dari Sishankamrata ini.

“Komponen cadangan sebagai sub sistem pertahanan negara harus dipersiapkan sejak dini sehingga pada saat diperlukan mampu memperbesar dan memperkuat komponen utama. Kemudian dalam prosesnya harus didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan kekuatan pertahanan negara Indonesia dengan memadukan antara kekuatan pertahanan militer dan non militer,” tegasnya.

Pangdam menyebutkan bahwa kunci kekuatan Indonesia dalam menghadapi masuknya berbagai potensi ancaman adalah dengan memperkuat identitas dan jati diri bangsa serta membangun persatuan dan kesatuan yang kokoh dari seluruh komponen bangsa.

“Kalian harus bangga karena menjadi seorang komandan cadangan, karena itu tidaklah mudah. Kalian adalah orang-orang terpilih yang telah diseleksi. Untuk itu, serap dan ikuti dengan sebaik-baiknya materi yang diberikan para pelatih,” harapnya. (*)

Exit mobile version