REPUBLIKNEWS.CO.ID, PULANG PISAU – Pengelolaan sampah di Kabupaten Pulpis (Pulang Pisau) Kalteng (Kalimantan Tengah) dinilai belum maksimal.
Selain dinilai masih rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya juga disebabkan lambatnya dalam penanganan dan pengelolaan sampah pada TPA (Tempat Pembuangan Akhir) juga menjadi kendala.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahayan Beracun, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Pulpis, Irwansyah mengungkapkan, selain kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuang sampah pada tempatnya. Armada yang digunakan dalam pendistribusian sampah ini juga dinilai sangat kurang.
Menurutnya, belum lama ini Pemkab Pulang Pisau telah melakukan menambah armada angkut sampah dalam rangka memaksimalkan pengelolaan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sampah).
Namun, saat ini armada berupa truk angkut sampah itu yang merupakan pengadaan tahun 2021, ditarik dealer kembali dengan alasan bulum melunasi pembayaran.
“Ya diminta kembali oleh Dealer karena belum melakukan pelunasan,” ujar Irwansyah, Senin (25/7/2022).
Untuk tahun 2022, lanjutnya, dalam memaksimalkan penanganan sampah di wilayah Pulpis, pihaknya juga telah melakukan usulan penambahan armada kembali.
Selain itu, pihak DLH juga berencana untuk melakukan perbaikan terhadap 2 truk angkut sampah yang tersedia.
“Untuk perbaikan masih menunggu keputusan apa bisa atau tidak. Karena truck yang tersedia saat ini sudah tidak layak operasional,” tandasnya.(*)
