REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA — Dua wisatawan asal Bandung, Jawa Barat itu memutuskan untuk menginap di Swiss Belhotel Samarinda, pasca melonjaknya para pengunjung. Yuni Yulianti dan Devi Sapitri memilih hotel itu karena beberapa hotel di Samarinda tengah penuh, dan diisi oleh kegiatan-kegiatan birokrasi.
“Saya di sini cuma berlibur dengan teman, dan sudah beberapa kali ke sini. Sudah banyak hotel yang saya rasain, seperti Aston, Mercure dan kali ini memilih Swiss Belhotel,” ucap Yuni Yulianti kepada Republiknews.co.id saat ditemui di ruang Lobby Hotel, pada Selasa (05/07/2022) sore.
Yuni memilih liburan ke Kalimantan Timur (Kaltim) karena dianggapnya kawasan ini nyaman untuk dinikmati saat mengunjungi beberapa wilayah di sekitarnya.
“Sudah nyaris semua tempat wisata di sini kami kunjungi semua,” jelasnya.
Setelah pelonggaran kebijakan, Yuni mengaku senang dapat berlibur kembali ke luar kota. Dia menganggap liburan di dalam hotel juga sebagai langkah memanjakkan diri yang disebutnya, yaitu staycation.
“Memang mau staycation, demi menikmati ke beberapa hotel bersama teman. Yaudah, kami memilih ini,” katanya.
Saat ini, Yuni bersyukur dapat berlibur kembali karena berlonggarnya kebijakan pasca pandemi Covid-19. Dia bilang, kondisi masyarakat saat ini kembali normal sebagaimana situasi terdahulu, bahkan tidak perlu lagi pshycal distancing. “Dan tidak ada lagi pake masker,” ujarnya.
Kini, Yuni bersama temannya berlibur tanpa menggunakan antigen sebagai pra syarat untuk terbang ke luar kota. Dahulu, dia merasa sulit untuk menikmati pelbagai tempat yang dikunjunginya.
“Sekarang lebih lega, karena kebijakkan itu sudah longgar. Saat ini kami bisa berlibur bersama,” kata perempuan kelahiran 1992 itu.
Adapun temannya, Devi Sapitri kerap berkunjung ke Samarinda. Menurutnya, senang aja ke Bumi Etam sebagaimana untuk memanjakan dirinya sendiri.
“Lebih dari lima kali ke Samarinda, dan entahlah ingin ke sini lagi,” ucapnya tersenyum.
Kata Devi, warga Samarinda sangat ramah dengan wisatawan luar, sehingga menjadi alasan tersendiri untuk kembali. Dia beralasan dengan penuh canda tawa, bahwa dirinya telah meminum banyu (air) Mahakam.
“Asik ajak kesini lagi, mungkin karena meminum air Mahakam. Dianggapnya mitos dan ternyata benar,” ucapnya berkelakar.
Dengan seringnya ke Hotel, Devi menyampaikan beberapa hal yang penting dilakukan oleh pihak hotel. Diantaranya, yaitu membersihkan kasur, jendela, lantai dan sebagainya, demi menjaga kenyamanan para pengunjung.
“Sebab, sering saya menemui hotel yang kotor. Bahkan berdebu di sela-sela kamar,” tandasnya.
