Republiknews.co.id

Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Akun Facebook Nur Hikmah Dipolisikan Wartawan Sinjai

Salah satu wartawan Sinjai saat melapor salah satu akun medsos ke pihak kepolisian, Rabu (03/11/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI –  Salah satu akun media sosial (Medsos) facebook atas nama Nur Hikma telah diadukan di Polres Sinjai oleh Syarifuddin satu wartawan media online.

Akun facebook tersebut diadukan ke pihak berwajib karena diduga melakukan pencemaran nama baik dan perbuatan yang tidak menyenangkan.

“Hari ini, saya telah membuat dan menyerahkan surat pengaduan ke pihak berwajib atas dugaan pencemaran nama baik saya di media sosial facebook,” ungkap Thatang sapaan akrab wartawan kabar.news, Rabu (03/10/2021).

Thatang menceritakan kronologi sehingga merasa dirinya dicemarkan nama baiknya itu berawal pada saat membagikan link berita yang ia tulis disalah satu grup facebook  “Suara Rakyat Sinjai” pada tanggal 30 Oktober 2021 dengan judul “DPRD Sinjai Pertanyakan Pemecatan 5 Honorer, Seto Jawab Tak Tahu”.

Dari postingan tersebut, akun facebook Nur Hikma mengomentari dengan nada atau tulisan yang sifatnya menuduh kepada personal atau pribadi wartawan kabar.news.

“Beginilah jadinya kalo kaka dewan yang saya hormati tidak dapat proyek..sembarang na karambang.. .bgitu juga dengan ini wartawannya media tidak dapat proyek juga.. jdi siruntukki…,” tulis akun Nur Hikma di kolom komentar.

Nur Hikma juga menuding bahwa wartawan yang dimaksud itu pernah meminta paket proyek di Dinas PUPR Kabupaten Sinjai.

“Syarif Baco Salloi dari ki bede di PUPR MINTA PAKET NA TDK DIKASI PROYEK…MENURUT INFORMASI SAYANG…,” Tambah komentar Nur Hikma.

Dari komentar itulah, yang membuat Thatang (Syarif) merasa nama baiknya tercemarkan karena adanya tuduhan yang dilontarkan oleh akun Nur Hikma.

“Semoga pihak kepolisian dapat mengusut dan mengungkap siapa pemilik dibalik akun tersebut, dan itu sangat jelas UU yang mengatur tentang pencemaran nama baik,” ungkapnya.

Berdasarkan UU ITE 2008 telah menetapkan 8 pasal ketentuan pidana namun UU ITE 2016 telah melakukan perubahan Pasal 45 dan penambahan Pasal 45 A dan 45 B yang kesemuanya berfungsi menjerat pelaku tindak pidana yang berkaitan dengan kejahatan Teknologi Informasi (Cyber Crime). Adapun satu diantaranya adalah Pasal 45 ayat (3) UU ITE 2016.

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah),” kuncinya. (Asrianto)

Exit mobile version