REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH — Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Buton Tengah sukses menggelar konferensi cabang di balai seni Desa Morikana, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Minggu (07/11/2021).
Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Buton Tengah ini mengangkat tema “Menjaga Tradisi, Mengokohkan Harakah Nahdliyyin”, dibuka dengan khidmat secara langsung oleh Ketua Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara K.H. Muslim.
Dalam Sambutannya, K.H. Muslim menyampaikan bahwa Tema yang diangkat panitia sangat sinkron dengan situasi Negara saat ini, dengan menjaga tradisi secara tidak langsung kita juga membantu menjaga Kedaulatan Negara Republik Indonesia.
Ia juga menambahkan, bertebarannya paham-paham radikalisme di Tanah Air sampai ke Daerah-daerah menjadi tugas kader NU untuk menangkalnya.
“Bahwa saat ini musuh kita tidak seperti jaman penjajah dulu rakyat disuruh angkat senjata untuk berperang, namun seiring perubahan zaman membela Negara tidak seperti dulu lagi tapi yang dilawan adalah ideologi gerakan radikalisme itu sendiri, yang secara nyata mengancam kedaulatan keamanan Negara,” ucapnya.
“Tidak hanya kader NU sebenarnya, Banom-banom NU juga termasuk Ansor Buton Tengah harus ikut terlibat menangkal gerakan radikalisme yang gemar membid’ah-bid’ahkan Amaliah kita, apalagi sekarang ini gerakan itu sudah sampai ke daerah-daerah, maka perlu kiranya kita menangkal gerakan tersebut,” tegas K.H. Muslim.
Sidang yang dipimpin oleh Andis Sahibudin ini dihadiri langsung 6 dari 7 Majelis Wakil Cabang Buton Tengah.
Secara tatib 6 MWC telah qorum untuk menggelar konferensi dan memilih Ketua Tanfidziah. Tanpa pergesekan atau perdebatan panjang dari 6 Majelis Wakil Cabang yang hadir secara aklamasi memilih Ir. H. Maynu sebagai ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama Buton Tengah periode 2021-2026.
Dikesempatan yang sama, mantan Anggota KPUD Provinsi Sulawesi Tenggara selaku presidium sidang, menegaskan pada ketua Tanfidziah yang diusulkan 6 MWC “Apakah bersedia menjabat sebagai ketua Tanfidziah NU Buteng?,” secara tegas Ir. Haji Maynu menjawab “Insya Allah siap mengemban Amanah yang diberikan,” tutur Ir. H. Maynu.
Sebelum dibaca konsederan penetapan Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama Buton Tengah, Wakil Ketua Satu NU Sulawesi Tenggara ini menanyakan Visi dan Misi Ir. H Maynu dalam membangun NU Buton Tengah nantinya jika telah ditetapkan.
Ketua Terpilih Ir. H Maynu dalam visi-misinya menyampaikan bahwa menjadi pemimpin itu dalam filosofi Buton yakni memikul beban. “Bukan mencari ketenaran atau mengambil keuntungan pada jabatan. untuk itu butuh teman-teman pengurus untuk sma-sama mengurus NU ini agar beban itu menjadi ringan,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, menangkap pesan dari K.H. Muslim dalam menangkal radikalisme, perlu kiranya NU juga membentuk Pondok Pesantren. “Agar nantinya bisa menetralisir gerakan-gerakan paham radikalisme di Daerah ini, membangun tempat-tempat mengaji dan terus menjaga tradisi kedaerahan kita,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri beberapa Ormas Kabupaten Buton Tengah diantaranya Lembaga Da’wa Islma Buton Tengah, Perwakilan Muhammadiyah Buton Tengah, Ketua DPC PPP, Ketua DPC PKB, Ketua DPC PBB, Anggota DPRD Buton Tengah, Kepala-kepala Desa Buton Tengah dan beberapa ketua Yayasan pondok pesantren Se-Buton Tengah. (*)
